Survei: Gatot Cawapres Favorit

Arga sumantri    •    Minggu, 15 Apr 2018 07:04 WIB
pilpres 2019
Survei: Gatot Cawapres Favorit
Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo

Jakarta: Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) merilis hasil survei opini publik 2018. Khusus untuk calon wakil presiden, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo menduduki posisi teratas.

Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI, Vivi Zabkie membeberkan, Gatot Nurmantyo mendapatkan 17,5% suara responden. Posisi kedua politikus Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan angka 8,7%. Urutan berikutnya diisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (8,6%), Gubernur NTB Zainul Majdi (6,2%), dan Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (4,1%). 

"Kapolri Jenderal Tito Karnavian (3,9%), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (1,7%), dan mantan Menteri ESDM Rizal Ramli (1,1%). Gatot Nurmantyo menjadi favorit," kata Vivi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 April 2018. 

Gatot juga menempati urutan teratas top of mind calon wakil presiden versi responden dengan 4,6% suara. Menyusul Zainul Majdi (4,4%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (4,3%). “Ini adalah tiga nama teratas yang dipikirkan masyarakat sebagai calon walaupun sebagian besar masyarakat belum memutuskan soal calon wakil presiden ini, ada sebesar 53,5%,” jelas Vivi. 

Lewat survei ini, responden setuju jika presiden setidaknya memiliki lima karakter; kompeten, jujur dan dapat dipercaya, perhatian terhadap rakyat, santun dan religius. Sejumlah nama yang dianggap mewakili karakter ini yakni Joko Widodo, Prabowo Subianto, Gatot, dan Zainul Majdi.

Vivi menyatakan, Jokowi mayoritas menempati urutan pertama karakter pemimpin yang kompeten, jujur dan dapat dipercaya, perhatian terhadap rakyat, serta santun> Namun, Jokowi kalah dari Zainul Majdi dari sisi karakter religius. 

“Publik berpendapat TGB Zainul Majdi sebagai pemimpin yang paling religius mengungguli Jokowi, Gatot, Prabowo, Abraham Samad, Agus Harimurti dan lainnya,” jelas Vivi.  

Survei KedaiKOPI juga memetakan pendapat publik soal calon presiden tunggal. Hasil survei menyatakan 62,9% responden tidak setuju jika Pilpres 2019 hanya ada calon tunggal. “Kotak kosong (52%) akan menjadi lawan terkuat Jokowi pada Pemilu 2019. Ini merupakan imbas ketidaksetujuan publik terhadap fenomena kotak kosong," ujar Vivi.

Survei juga coba membaca fenomena partai yang tidak mencalonkan presiden, melainkan ramai-ramai mengusulkan nama wakil presiden. Sebanyak 22% responden menilai hal itu terjadi karena tidak berani berkompetisi dengan Jokowi. Ada 18,7 responden menilai partai tersebut gagal melakukan kaderisasi, dan sebanyak 16,7% menilai karena kurang berpengalaman.

Survei ini dilakukan terhadap 1135 responden di 34 provinsi pada 19-27 Maret 2018. Survei ini memiliki Margin of Error (MoE) sekitar 2,97% pada interval kepercayaan 95,0%. Responden adalah masyarakat Umum yang merupakan calon pemilih berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah. Responden dipilih dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling dan diwawancarai dengan tatap muka (home visit).


(AGA)