Kesehatan Novanto Melemah

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 12 Sep 2017 13:26 WIB
setya novanto
Kesehatan Novanto Melemah
Ketua DPR Setya Novanto. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Kesehatan Ketua DPR Setya Novanto membaik. Namun, kondisi tubuhnya masih lemah.
 
Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar, Nurul Arifin, usai menjenguk Novanto yang dirawat di rumah sakit lantaran penyakit vertigo.
 
Nurul mengatakan, kondisi Novanto masih lemas. Nurul mengungkapkan, Novanto telah menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan pemeriksaan USG untuk mendalami adanya kemungkinan penyakit lain.

Baca: Kubu Novanto Geram KPK Mangkir di Praperadilan

"Situasi dan kondisi bapak pada hari ini masih seperti kemarin, bapak masih lemas dan diinfus. Indikasinya memang vertigo dan sedang dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan," ujar Nurul di Rumah Sakit Siloam, Karet Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa 12 September 2017.
 
Nurul enggan berkomentar terkait mangkirnya Novanto dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menegaskan, Novanto dirawat di rumah sakit atas permintaan dokter.
 
"Saya tidak bisa menjelaskan masalah medis sedetail itu, tapi situasi dan kondisinya masih berbaring. Kalau menurut permintaan dari dokter juga disarankan untuk bed rest," beber Nurul.
 
Sebelumnya pada Senin 11 September 2017 Setya Novanto batal memenuhi panggilan penyidik KPK. Novanto seharusnya menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik (KTP-el).
 
Sejak naik ke tahap penyidikan, KPK belum pernah memeriksa Novanto sebagai tersangka. KPK hanya memeriksa 100 lebih saksi untuk Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Mereka yang dimintai keterangan kebanyakan anggota dan mantan anggota DPR, pejabat Kementerian Dalam Negeri serta pihak swasta.

Baca: Novanto Dirujuk ke Rumah Sakit Siloam karena Vertigo

Novanto hanya pernah diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka sebelumnya, yakni mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, termasuk Andi Agustinus alias Andi Narogong.
 
Dalam pengembangan, penyidik kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus ini yakni anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari.
 
Pada kasus ini, Novanto dan Andi Narogong diduga mengatur proyek senilai Rp5,9 triliun mulai penganggaran, pengerjaan hingga pengadaan KTP-el.
 
Dalam surat dakwaan Andi Narogong, Novanto disebut telah mengeruk keuntungan dari proyek tersebut. Setnov dan Andi Narogong disebut mendapat jatah sebesar Rp574,2 miliar.




(FZN)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA