Pemerintah Diminta Sebut Ormas Pelanggar Perppu

Ilham wibowo    •    Jumat, 14 Jul 2017 13:49 WIB
perppu pembubaran ormas
Pemerintah Diminta Sebut Ormas Pelanggar Perppu
Sekjen Peradi Sugeng Teguh Santoso. Foto: Antara/Yudi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah diminta menyebutkan organisasi masyarakat (ormas) yang dianggap anti-Pancasila dan melanggar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
 
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi), Sugeng Teguh Santoso, mengatakan, Perppu Ormas sah secara konstitusi. Namun masih bisa di-judicial review dan mekanisme putusan Mahkamah Konstitusi. Selain itu, Perppu itu berlaku sementara hingga DPR memberi rekomendasi atau menolak Perppu.

Baca: Pemerintah Sudah Konsultasi ke MK soal Perppu Ormas

"Sebelum ada putusan dari Mahkamah Konstitusi, maka Perppu ini tetap mengikat," kata Sugeng dalam sebuah diskusi di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017.
 
Sugeng mengatakan, Perppu tersebut dilahirkan pemerintah lantaran situasi yang mendesak. Pembubaran Ormas yang melanggar bisa dilakukan. "Pemerintah harus segera menetapkan organisasi mana yang melanggar Perppu ini," ujar Sugeng, 
 
Ia menambahkan, Perppu Ormas tidak akan sepenuhnya menghilangkan mekanisme pengadilan dalam pembubaran. Nantinya, kata Sugeng, Ormas yang dibubarkan bisa menggugat surat keputusan yang diterbitkan pemerintah ke pengadilan tata usaha negara (PTUN).

Baca: Kejagung Siap Suplai Data terkait Ormas Menyimpang

PTUN dipilih lantaran keputusan pencabutan izin badan hukum suatu Ormas diserahkan sepenuhnya kepada menteri hukum dan HAM atau menteri dalam negeri. "Masih terbuka bagi organisasi tersebut untuk mengajukan tuntutan di peradilan tata usaha negara," ujarnya.




(FZN)

Pengamat: Kasus Novanto Terburuk Sepanjang Sejarah Pimpinan DPR

Pengamat: Kasus Novanto Terburuk Sepanjang Sejarah Pimpinan DPR

22 minutes Ago

Zuhro menilai kasus yang menjerat Novanto merupakan kasus terberat yang pernah menimpa pemimpin…

BERITA LAINNYA