DPR Bakal Panggil Paksa Miryam Bila tak Diizinkan KPK

Renatha Swasty    •    Senin, 19 Jun 2017 13:55 WIB
angket kpk
DPR Bakal Panggil Paksa Miryam Bila tak Diizinkan KPK
Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S. Haryani. Foto: Antara/Ujang Zaelani

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK akan memanggil paksa eks anggota DPR Miryam S. Haryani jika tidak diizinkan KPK. Miryam akan dimintai keterangan terkait surat yang menyangkut kasus korupsi KTP elektonik (KTP-el).
 
"Kami enggak tahu apakah hadir apa enggak. Kalau enggak hadir lagi, kami panggil lagi, enggak hadir lagi panggil lagi, enggak hadir lagi, kami minta polisi," kata Wakil Ketua Pansus Angket KPK, Taufiqulhadi di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin 19 Juni 2017.
 
Taufiq mengatakan, pansus memiliki tiga kali kesempatan untuk memanggil seseorang dalam penyelidikan angket. Bila tak hadir sampai tiga kali maka berlaku UU MD3 Nomor 17 Tahun 2014. Dalam Pasal 204 disebutkan bila tak hadir dalam tiga kali panggilan maka pansus akan meminta polisi menjemput paksa.
 
Menurutnya, polisi harus menjalankan undang-undang dan KPK harus mempersilakan Miryam datang.
"Konsekuensinya dia tidak bisa melarang. Kalau dia tidak menuruti uu, itu adalah pengingkaran terhadap uu. Kalau itu dilakukan oleh sebuah lembaga, itu membahayakan negara," ujarnya.
 
Taufiq berharap KPK mengizinkan Miryam datang menghadiri undangan pansus. Dia bilang, kedatangan Miryam ke pansus untuk dikonfirmaai terkait surat yang dikirim ke pansus. Miryam dalam suratnya menyebut tidak pernah ditekan oleh anggota Komisi III dalam penyelidikan kasus korupsi KTP el.
 
Untuk itu, pansus akan menunggu Miryam dan tak akan menunggu proses persidangan. Karena, kata Taufiq, angket dan persidangan Miryam dua hal yang berbeda.
 


(FZN)