Jokowi Dorong Hidup Sehat demi Tekan Pengeluaran BPJS

Achmad Zulfikar Fazli    •    Minggu, 04 Nov 2018 17:09 WIB
presiden jokowi
Jokowi Dorong Hidup Sehat demi Tekan Pengeluaran BPJS
Presiden Joko Widodo di Kantor Pemkot Tangerang. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Tangerang: Presiden Joko Widodo meminta masyarakat melakukan pola hidup sehat. Dengan begitu, pengeluaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat ditekan.

"Gerakan hidup sehat harus kita dorong terus agar angka-angka pengeluaran BPJS langsung turun," kata Jokowi di Kantor Pemkot Tangerang, Minggu, 4 November 2018.

Menurut dia, pengeluaran BPJS saat ini sangat melambung tinggi. Ini terutama kepada pengobatan jantung, kanker, serta ginjal.

BPJS selama ini harus mengucurkan dana hingga Rp9,5 triliun untuk mengobati penyakit jantung. Sekitar Rp3 triliun untuk pengobatan kanker dan Rp2,2 triliun untuk penyakit ginjal. Pola hidup sehat yang tak terjaga dinilai memacu timbulnya penyakit-penyakit itu.

"Makannya makan enak semua, kita ajari anak kita makan enak, bukan makan sehat tapi makan enak," ujar dia.

Di sisi lain, kata dia, Indonesia dianugerahi banyak makanan sehat seperti buah, sayur, serta ikan. Sayangnya, masyarakat Indonesia jarang yang mengonsumsi makanan itu. Masyarakat dinilai lebih banyak mengonsumsi makan tidak sehat,  yang di negara lain menjadi sampah.

"Makanan impor senang semua, kita harus tahu, berikan informasi kepada masyarakat, anak-anak kita, kepada bapak, ibu, cara hidup sehat dan tidak sehat seperti apa, baik urusan olahraga, makan, istriahat," kata dia.

Pola istirahat yang terjaga dengan baik juga diyakini membuat kesehatan masyarakat terjaga. Dia pun mengaku memiliki kekurangan dalam istirahat tersebut.

Kepala Negara selama ini memiliki agenda yang sangat padat. Namun, itu belum mampu diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup. 

Baca: Gaya Jokowi Blusukan dengan Motor Street Tracker

"Gaya hidup saya yang kurang di situ, yang ngatur enggak benar. Dipikir saya diatur sana sini, Sabtu Minggu, dipikir saya mesin? Sama seperti bapak ibu punya rasa, jawabannya begitu ya sudah saya jalani, jalani tanpa beban," tutur dia.

Kendati sibuk, dia tetap selalu menyempatkan diri untuk berolahraga. Dia ingin hal itu juga diterapkan masyarakat. 

"Saya rasa perlu kita ingatkan pada masyarakat bahwa lebih baik memiliki pola hidup yang sehat dari pada kena penyakit baru bingung dari rumah sakit dan dokter," pungkas dia.




(OGI)