Hidayat Pertanyakan Terorisme Kerap Muncul di Tahun Politik

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 15 May 2018 13:08 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Hidayat Pertanyakan Terorisme Kerap Muncul di Tahun Politik
Politikus PKS Hidayat Nur Wahid/ANT/Hafidz Mubarak

Jakarta: Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyesalkan aksi terorisme terus terjadi di Tanah Air. Ia tak habis pikir insiden tersebut kerap muncul di tahun-tahun politik.

"Tahun 2013 lalu malah sudah ada kajian menjelang tahun politik pilkada, pemilu, terorisme muncul lagi. Itu tahun 2013 loh. Dan sekarang 2018-2019 ada pemilu. Saya berharap ini bukan pengulangan," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

Hidayat menyadari serangan teroris sangat mengganggu, terutama jelang pesta demokrasi. Isu itu bakal menimbulkan stigma dan opini yang dipolitisasi pihak tak bertanggung jawab. Kelompok politik tertentu bisa saja dicap negatif akibat aksi tersebut.

"Akan menghadirkan stigma, menghadirkan labelisasi. Akan menghadirkan salah paham di tingkat publik. Akan menghadirkan opini menyesatkan," ujar Hidayat.

Baca: PKS Khawatir Teror Bom Dipolitisasi

Rangkaian ledakan bom terjadi dalam dua hari terakhir. Tiga ledakan dalam waktu hampir bersamaan mengguncang tiga tempat ibadah: Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, dan Gereja Pentakosta di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Minggu, 13 Mei 2018.

Hingga saat ini, tercatat 13 orang tewas dalam tiga kejadian tersebut. Dua di antaranya polisi. Korban luka dan tewas dibawa ke beberapa rumah sakit, yakni RS William Booth dan RSUD dr Soetomo.

Ledakan kembali terjadi di Sidoarjo, Minggu malam. Kali ini ledakan terjadi di rumah susun milik keluarga Anton Febrianto. Anton diduga dalang ledakan karena tim Gegana sempat melihat Anton masih memegang pemicu ledakan ketika petugas berada di lokasi. Petugas kemudian melumpuhkan pelaku dengan beberapa tembakan.

Pagi ini, bom kembali meledak di Mapolrestabes Surabaya. Belum diketahui jumlah korban tewas maupun luka dalam insiden tersebut.


(OJE)