Repdem Diminta Tarik Kembali Basis Suara PDIP

K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 13 Apr 2018 16:20 WIB
pilpres 2019
Repdem Diminta Tarik Kembali Basis Suara PDIP
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, anggota DPR dari PDIP Masinton Pasaribu dan anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto--Foto: Istimewa

Jakarta: Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) menggelar rapat kerja nasional (rakernas). Tujuannya untuk memperkuat komitmen ideologis PDI Perjuangan di dalam menjaga tegaknya Pancasila, NKRI, konstitusi, dan kebinekaan Indonesia.

"Dalam kapasitasnya sebagai sayap Partai, Repdem dituntut untuk mampu menggalang dan memperluas dukungan basis pemilih di luar basis massa Partai," kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam pesan tertulisnya, Jumat, 13 April 2018.

Repdem diminta harus fokus menggalang basis suara 1999. Sebab, peluang memulangkan kembali basis suara 1999 sangat besar. "Di sanalah tugas sejarah Repdem," terangnya.

Baca: Perebutan Repdem 1 Kader Diminta Solid

Sementara itu, anggota Wantimpres dan sekaligus politisi senior PDIP, Sidarto Danusubroto meminta Repdem harus tegak berdiri membela pemerintahan Jokowi. Sebab, Repdem adalah kekuatan penjaga Pancasila dan NKRI.

"Repdem juga harus berkonsentrasi menggalang kelompok-kelompok masyarakat yang terpinggirkan, buruh, anak-anak muda aktivis, dan melakukan advokasi terhadap persoalan-persoalan rakyat secara konkret,” ucapnya.

Baca: Suara PDIP di Pilres 2019 di Tangan Megawati

Rakernas Repdem untuk mendukung keputusan Politik Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yaitu menetapkan Presiden Jokowi untuk dicalonkan kembali pada Pemilu 2019.

"Maka Repdem berkomitmen untuk segera membangun Posko Pemenangan Jokowi sekurang-kurangnya di 1.500 titik di seluruh Indonesia," paparnya.

Rakernas yang diselenggarakan di Batam tersebut diikuti 400 peserta dari seluruh Indonesia.



(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA