Hanya Toleransi yang Bisa Atasi Persoalan Bangsa

Heri Susetyo    •    Sabtu, 17 Jun 2017 14:15 WIB
nkri
Hanya Toleransi yang Bisa Atasi Persoalan Bangsa
Gus Sholah. Foto: MI/Hery Susetyo

Metrotvnews.com, Jombang: Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Sholahudin Wahid (Gus Sholah) menekankan kunci menghadapi persoalan bangsa saat ini adalah sikap toleransi. Serta perlunya dialog tanpa saling menyalahkan satu sama lain.

Gus Sholah menyatakan hal itu saat menerima kunjungan pengurus DPP dan DPW Jawa Timur Partai NasDem di Ponpes Tebuireng Jombang, Jumat sore (16/6).

Melihat perkembangan suhu politik akhir-akhir ini, adik kandung Gus Dur ini melihat ada upaya mempertentangkan Islam dengan Indonesia. Gus Sholah juga mengaku sudah menyampaikan kondisi bangsa ini ke Menko Polhukam Wiranto.

Negara harus tanggap dan cepat mengatasi persoalan ini dan harus bisa meredam dulu suhu politik yang panas. Tak cukup hanya meredam, tapi akar persoalan juga harus diobati agar tidak muncul lagi di belakang hari.

"Sesama umat Islam tak boleh diadu, maka pemerintah harus bisa mengajak duduk bersama untuk dialog. Namun untuk bisa duduk bersama dalam dialog dibutuhkan kunci yaitu toleransi," ujar Gus Sholah.

Dan toleransi harus dijelaskan bahwa itu hanya masalah sosial, bukan terkait akidah. Sesama umat meskipun beda pilihan harus tetap menghormati, tidak boleh menuding munafik, tidak merasa paling Islam sendiri, paling Indonesia sendiri atau merasa palIng benar sendiri.

"Kita ribut ngomong Pancasila tapi tidak melakukan, negara lain malah lebih pancasilais meski dasar negaranya bukan Pancasila," kata Gus Sholah.

Gus Sholah mengatakan, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sempat pernah menjadi aliran keras di era Bung Karno. Namun kemudian mengalami perkembangan dan perubahan menjadi Islam moderat.

Gus Sholah juga menekankan tetap perlu dijaganya silaturahmi. Sebab, silaturahmi bisa menjaga kondisi tetap damai dan kondusif, sehingga semua elemen bisa bekerja lebih baik dan fokus. Bahkan banyak negara lain yang saat ini mengikuti tradisi silaturahim di Indonesia tersebut.

Gus Sholah juga mengaku kaget saat sebuah survei menyebutkan ada 6 juta anggota kelompok Islam garis keras di kampus umum. Mereka juga mampu masuk ke masjid-masjid.

"Berarti kita kurang abai di masjid sehingga dimasuki aliran tertentu. Harus cari titik temu jangan anggap musuh," kata Gus Sholah.

Sementara itu Sekjen DPP Partai NasDem Effendy Choirie mengatakan, kegiatan safari Ramadan ini bukan untuk mengajak kiai masuk NasDem. Kegiatan safari Ramadan Partai NasDem hanya silaturahmi agar selalu tercipta suasana adem.

"NasDem juga perlu mendengar masukan dan saran para ulama terhadap dinamika politik keindonesiaan dalam hubungannya dengan konsep keberagaman," kata mantan anggota DPR dari PKB yang akrab disapa Gus Choi ini.


(UWA)