Pemerintah Ingin RUU Pemilu untuk Jangka Panjang

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 14 Jul 2017 13:26 WIB
revisi uu pemilu
Pemerintah Ingin RUU Pemilu untuk Jangka Panjang
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Foto: Antara/Widodo

Metrotvnews.com, Jakarta: Lambatnya penyelesaian RUU Pemilu diduga karena adanya kepentingan politik jangka pendek. Padahal, sudah saatnya Indonesia membangun sistem building konstitusi yang lebih baik untuk jangka panjang.
 
"Kalau dilihat dari tarik menarik yang ada, ini kan semuanya (RUU Pemilu) masih jadi kepentingan jangka pendek," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 14 Juli 2017.
 
Pramono mengatakan, pemerintah berharap pembahasan RUU Pemilu mengedepankan kepentingan bangsa untuk jangka panjang. Bukan kepentingan politik jangka pendek.

Baca: Sikap Fraksi Masih Terbelah Soal Isu Krusial RUU Pemilu 

Menurut Pramono, RUU yang dihasilkan harus paten. Sebab, Indonesia sudah harus membangun sistem building konstitusi yang lebih baik, khususnya untuk keperluan jangka panjang.  "Sehingga, tidak setiap waktu, setiap saat mau pemilu harus mengubah undang-undang itu," kata dia.
 
Sebelumnya, panitia khusus (pansus) Pemilu dan pemerintah sepakat membawa lima isu krusial ke Paripurna. Lobi-lobi yang dilakukan tak menghasilkan kata sepakat di tingkat Pansus.

Baca: Pansus RUU Pemilu: Lima Fraksi Sepakat Pilih Paket A 

"Seluruh fraksi dan pemerintah menyepakati lima paket opsi isu krusial dibawa ke dalam rapat paripurna untuk diambil keputusan," kata Ketua Pansus Pemilu Lukman Edy dalam Rapat, Kamis 13 Juli 2017.
 
Lukman menuturkan, paripurna dilaksanakan tetap pada jadwal semula yakni 20 Juli 2017. Tapi, sebelum paripurna, lobi-lobi antar fraksi tetap dilakukan untuk mencapai kata mufakat.




(FZN)

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

1 hour Ago

Setyo menduga vertigo yang diderita Novanto berasal dari penyakit sinusitisnya.

BERITA LAINNYA