Penciptaan Lapangan Kerja, Tak Adil Bandingkan SBY-Boediono dan Jokowi-JK

Dheri Agriesta    •    Rabu, 21 Feb 2018 01:33 WIB
lapangan pekerjaan
Penciptaan Lapangan Kerja, Tak Adil Bandingkan SBY-Boediono dan Jokowi-JK
Anggota Komisi XI DPR M. Misbakhun. Foto: Medcom.id/Nur Azizah

Jakarta: Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai belum maksimal dalam menciptakan lapangan kerja. Anggota Komisi XI DPR Misbakhun menilai, tak adil jika membandingkan penciptaan lapangan kerja di era Jokowi-JK dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)- Boediono.

"Ini adalah pemerintahan periode pertama Pak Jokowi, dibandingkan dengan periode kedua Pak SBY dan Pak Boediono, ini tentu sangat berbeda," kata Misbakhun usai diskusi di Kantor INDEF, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Februari 2018.

Kondisi ekonomi pada periode kedua pemerintahan SBY dan Boediono jauh lebih baik dibandingkan periode pertama pemerintahan Jokowi-JK. Apalagi, Presiden Jokowi mewarisi tren ekonomi yang mulai menurun.

Misbakhun menyebut, perlu upaya untuk membuat kondisi ekonomi kembali stabil. Setelah itu, pemerintah bisa menaikkan pertumbuhan kondisi ekonomi.

Baca: Indonesia Perlu Menciptakan Lapangan Kerja Berkualitas

Ia menambahkan, pencapaian era Jokowi-JK tak seburuk yang dipikirkan banyak orang. Rasio penciptaan kerja berada di angka 426.297 per satu persen pertumbuhan ekonomi.

"Hanya beda puluhan ribu dengan yang dicapai pada periode kedua Pak SBY," jelas Misbakhun.

Selain itu, Pemerintahan Jokowi-JK memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Misbakhun menyebut, salah satunya adalah peningkatan anggaran program dana desa dari tahun ke tahun.

"Ini artinya melakukan penetrasi dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru di setiap desa, kemudian seluruh wilayah Indonesia, membangun Indonesia dari pinggir," jelas Misbakhun.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Drajad Wibowo menilai, Pemerintahan Jokowi-JK belum maksimal menciptakan lapangan kerja. Penciptaan lapangan kerja era Jokowi-JK bahkan lebih rendang dibanding era SBY-Boediono.

Baca: Presiden Ingin Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja

INDEF menggunakan dua indikator dalam mengukur penciptaan lapangan kerja ini. Indikator pertama adalah jumlah penambahan penduduk pekerja setiap tahun.

Tiga tahun pertama era Jokowi-JK, rata-rata penambahan penduduk pekerja menyentuh angka 2,1 juta. Angka ini lebih rendah ketimbang tiga tahun pertama pemerintahan SBY-Boediono yang berada di angka 2,87 juta.

Indikator kedua merupakan rasio penciptaan kerja yang didapat dari tambahan penduduk bekerja per satu persen pertumbuhan ekonomi. Era SBY-boediono rasio penciptaan kerja di tiga tahun pertama berada di angka 467.082. 

"Di era Jokowi-JK per satu persen pertumbuhan kurang produktif, lebih rendah hanya 426.297," jelas Drajad.


(AZF)