Fahri Percaya dengan Calon Panglima TNI Pilihan Jokowi

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 05 Dec 2017 11:24 WIB
panglima tni
Fahri Percaya dengan Calon Panglima TNI Pilihan Jokowi
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah--MI/Susanto

Jakarta: Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan menjalani tes kelayakan di DPR. Tes kelayakan akan digodok di Komisi I DPR, Rabu, 6 Desember 2017.

"Saya belum terlalu tahu banyak, nanti kita lihat sosoknya di fit and proper test. Kemungkinannya besok di komisi I," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Gedung DPR, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Desember 2017.

Baca: Pengamat: Mutasi di TNI Harus Hati-Hati

Fahri mengatakan pemilihan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai pengganti Gatot berdasarkan penilaian Presiden Joko Widodo. Fahri percaya Presiden juga sudah berdiskusi dengan Gatot mengenai pergantian ini.

"Pasti sudah menimbang strategi TNI kita di masa depan. Pasti juga sudah mendiskusikan dengan Pak Gatot yang akan diganti dan sudah bicara dengan Pak Hadi," terang dia.

Hari ini dewan melaksanakan paripurna. Di dalam rapat ini dibacakan soal Program Legislas Nasional (Prolegnas) dan soal surat Presiden terkait pergantian Panglima TNI.

"Kita kan cuma memproses surat masuk dari Presiden. Begitu masuk diterima dibawa ke rapim bahkan langsung dibamuskan," tutup dia.

Baca: Gatot Diminta tak Lakukan Mutasi di Akhir Jabatannya

Surat rekomendasi dari Presiden sudah di meja pimpinan DPR. Bila lolos fit and proper test serta disetujui Komisi I, mantan Sekretaris Militer Presiden Jokowi itu bakal menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang pensiun Maret 2018.

Jokowi menyerahkan seluruh proses itu kepada lembaga legislatif. "Kita harus mengajukan ke DPR terlebih dahulu, mekanisme itu yang kita ikuti. Kita mengajukan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI ke DPR untuk mendapatkan persetujuan," ucap Jokowi.



(YDH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

10 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA