Waspadai Munculnya Ideologi Pengganti Pancasila

   •    Rabu, 14 Mar 2018 23:43 WIB
pancasila
Waspadai Munculnya Ideologi Pengganti Pancasila
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menyampaikan orasi politik di Milad Akbar ke-54 IMM di Yogyakarta, Rabu, 14 Maret 2018. Foto: DPR

Yogyakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan semua elemen masyarakat untuk mewaspadai munculnya paham dan ajaran yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Ia menegaskan Pancasila adalah bentuk ideal dan sudah final bagi bangsa Indonesia. 

Menurutnya, kemunculan ideologi khilafah atau ancaman bangkitnya kembali ideologi komunisme harus dicegah.

“Pancasila harga mati. Karena itu harus kita jaga dan kita pertahankan walaupun dengan pengorbanan,” kata Bamsoet saat orasi politik di Milad Akbar ke-54 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Yogyakarta, seperti dilansir Antara, Rabu, 14 Maret 2018.

Bamsoet mengingatkan perbedaan pandangan tak serta merta harus diselesaikan dengan cara demonstrasi yang membabi buta dan kekerasan. Cara itu menurutnya tidak boleh lagi dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Menurutnya, dialog dan musyawarah harus menjadi jalan utama menyelesaikan konflik dan perbedaan.

“Kalau tidak bisa juga, biarkan hukum menjadi jalan terakhir. Di situlah sejatinya kehidupan demokrasi yang berkeadaban,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama eks ketua Komisi III ini mengungkapkan adanya polarisasi dan fragmentasi di masyarakat merupakan dampak dari pertarungan dalam pilkada. Munculnya politik identitas dengan menggunakan isu SARA dapat mengancam keutuhan bangsa.

“Politik zaman now harus jauh dari penggunaan isu-isu SARA yang hanya akan memecah belah persatuan bangsa,” kata dia.

Baca: Pancasila Seolah Tenggelam di Era Reformasi

Bamsoet mengajak semua pihak untuk berjuang bersama mengatasi kesenjangan sosial yang masih terjadi di masyarakat. Ia menilai pemerintah sudah bekerja keras menurunkan angka gini ratio dari 0,41 menjadi 0,38. Tetapi, menurut dia, kesenjangan sosial dan ekonomi masih tetap.  

“Kita harus berjuang untuk mengubah nasib 27 juta lebih saudara-saudara kita yang masih di bawah garis kemiskinan. Kebijakan ekonomi berkeadilan harus kita dorong, program redistribusi aset harus kita jalankan. Termasuk pemberdayaan UMKM dan pengentasan kemiskinan,” kata Bamsoet.

Kontribusi IMM

Ia meminta IMM berkontribusi untuk ikut menjawab persoalan bangsa. “IMM bersama organisasi kemahasiswaan yang lain harus hadir untuk memberi solusi,” ujarnya.

Lebih jauh Bamsoet meminta IMM menjadi tenda besar bagi kemajemukan kaum muda Indonesia. IMM harus menjadi pionir terdepan di kalangan generasi muda untuk merangkul semua kelompok, golongan, etnis, dan agama. IMM juga harus mampu membangun kehidupan berbangsa yang sejuk dan damai.

“IMM harus menjadi kekuatan perekat persatuan bangsa," kata dia.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gunawan Budiyanto, serta perwakilan IMM dari sejumlah wilayah di Indonesia. 




(UWA)