Demokrat akan Menyeret Media Lokal Membesarkan Berita Asia Sentinel

Fachri Audhia Hafiez    •    Selasa, 18 Sep 2018 03:39 WIB
sby
Demokrat akan Menyeret Media Lokal Membesarkan Berita Asia Sentinel
Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. ANT/Hafidz Mubarak.

Jakarta: Partai Demokrat bakal mengusut penyebaran artikel yang dimuat di media Hongkong, Asia Sentinel. Media lokal yang diduga ikut menyebarkan, akan dipanggil ke dewan pers.

"Kami akan mengajak dewan pers untuk mengundang media-media lokal yang pertama kali menyiarkan, copy paste istilahnya," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan usai menghadiri HUT ke-17 Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin, 17 September 2018.

Hinca membeberkan ada lebih dari lima media lokal dan akun media sosial yang turut menyebarkan pemberitaan tersebut. Tak hanya media, politikus di luar Partai Demokrat, menurut dia juga ikut menggoreng artikel berjudul, 'Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy' itu.

"Bolehkah media di sini untuk mengambil begitu saja. Tempat sebagai sumber bisa saja, tapi kan harus dikroscek, cari informasi. Oleh karena itu kami akan lakukan investigasi supaya lengkap. Tapi kami mau pastikan dulu hulunya," tutur Hinca.

Pada artikel yang ditulis oleh John Berthelsen, editor senior Asia Sentinel, menyebutkan pemerintahan SBY telah melakukan konspirasi pencucian uang sebesar US$12 miliar (sekitar Rp177 triliun) dalam kasus bailout Bank Century.

Menurut Hinca, pada tulisan yang dimuat, tidak ada hubungannya dengan Partai Demokrat dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain itu, dia meragukan keabsahan fakta tulisan.

"Sekadar catatan, bahwa dasar berita media ini adalah sengketa. Sumber beritanya diambil dari materi gugatan persidangan di Mauritius antara Weston Capital vs LPS yang sama sekali tidak menyebut SBY dan Partai Demokrat," tegas Hinca.



(DRI)