Calon Hakim MK Ditanya Soal Nasib Kaum Syiah

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 29 Mar 2017 11:43 WIB
seleksi hakim mk
Calon Hakim MK Ditanya Soal Nasib Kaum Syiah
Mantan Litbang Harian Kompas, Daniel Dhakidae menyampaikan makalah pada seminar bertajuk "Mencari Sistem Pemilu yang Berbasis Suara Rakyat", di Jakarta, Kamis (14/12/2016). Foto: ANtara/Ujang Zaelani

Metrotvnews.com, Jakarta: Seleksi calon hakim konstitusi tengah berlangsung di Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg). Salah satu soal yang ditanyakan adalah terkait nasib kelompok Syiah di Indonesia.

"Kalau Anda harus memutus tentang kelompok Syiah yang ada di Lombok harus diberi hak juga, apa hak yang diberikan?" tanya salah satu panitia seleksi Daniel Dakhidae di Gedung III, Kemsetneg, Jakarta Pusat, Rabu 29 Maret 2017.

Daniel mengatakan kaum Syiah seperti mengungsi di rumahnya sendiri. Mereka tidak mendapatkan haknya di beberapa daerah di Indonesia.

Pertanyaan ini dilontarkan Daniel kepada salah satu calon hakim konstitusi Hotman Sitorus. Hotman mengatakan dalam tataran filosofis, kelompok minoritas manapun harus mendapatkan perlindungan. Tidak ada diskriminasi.

Hotman tidak ingin memberikan kepastian jika dirinya kelak terpilih sebagai hakim konstitusi terkait nasib kaum Syiah. Hotman mengaku mendalami kasus tersebut.

"Tentu tidak bisa simpel menjawab jika masuk dalam sebuah kasus (saat belum mendalaminya sendiri). Tidak akan bisa kita jawab," kata Hotman berkelit.

Hotman menegaskan, pada prinsipnya kelompok manapun perlu mendapatkan perlakuan setara dan perlindungan setara. Namun terhadap pertanyaan kelompok Syiah yang dinilai asing itu, Hotman tidak ingin berpendapat.

"Terhadap faktual tersebut, saya belum mendalami. Jadi saya tidak bisa memutus suatu sengketa itu. Bahkan dalam pendapat ini, saya tidak bisa berpendapat. Tapi dalam tataran filosofis, equal treatment dan equal protection," beber dia.

Hotman adalah Kasubdit Penyiapan dan Pendampingan Persidangan Bidang Politik, Hukum, HAM di Kementerian Hukum dan HAM. Hotman juga mendapatkan pertanyaan lainnya. Di antaranya tentang etika hakim.


(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA