Partai Golkar Mengklaim Tetap Solid

   •    Kamis, 14 Sep 2017 07:27 WIB
golkar
Partai Golkar Mengklaim Tetap Solid
Sekjen Golkar Idrus Marham/MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekjen Partai Golkar Idrus Marham membantah ada dualisme atau pun perpecahan di internal yang menjadi salah satu penyebab menurunnya elektabilitas Golkar. Ia meyakini tingkat keterpilihan partai berlambang beringin itu akan kembali naik jelang Pemilu 2019.

"Saya kira tidak ada perpecahan dan semua solid. Cukup lah dua tahun yang lalu terjadi konflik berkepanjangan," kata Idrus seperti dilansir Media Indonesia, Kamis 14 September 2017.

Turunnya elektabilitas partai pimpinan Setya Novanto itu terlihat dari hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS). CSIS menyoroti permasalahan yang ada dalam tubuh Golkar, seperti hubungan internal partai dengan generasi muda partai yang saat ini tak harmonis, dan soal terseretnya nama Ketum Setya Novanto dalam kasus megakorupsi KTP-el. Dalam survei tersebut, elektabilitas Golkar tercatat turun 3,2% dari tahun sebelumnya.

Namun, menurut Idrus, dukungan dalam dunia politik sangat dinamis. "Ya, dukungan dalam dunia politik ini kan gini lho ya, dukungan dalam dunia politik itu kan memang cair dan pasti tidak permanen. Itu pasti turun naik sehingga kita punya keyakinan jelang Pemilu 2019 nanti naik lagi," ucap dia.

Di saat elektabilitas Golkar menurun, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih kenaikan tipis. Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan pengurus dan kader tidak berpuas diri.

"Tradisi perbaikan kinerja partai, pelembagaan kaderisasi kepemimpinan, dan pergerakan seluruh elemen partai di tengah rakyat harus terus dilakukan. Survei hanyalah alat ukur. Kinerja partai yang sebenarnya ditentukan oleh pergerakan partai di tengah rakyat," ujar Hasto.

Sementara itu, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengakui parpol harus lebih banyak merangkul konstituen dan menjalin hubungan keaspirasian dan kemitraan yang harmonis dengan masyarakat. Bagi PPP, hal itu sudah dilakukan melalui aktivitas rutin para kader.


(OJE)