Ambang Batas Capres Bisa Voting

   •    Kamis, 04 May 2017 07:54 WIB
revisi uu pemilu
Ambang Batas Capres Bisa Voting
Suasana di ruang rapat DPR. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Hanya satu isu krusial yang diprediksi berujung pada penggunaan metode voting dalam pembahasan RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu, yakni mengenai ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Hal itu dikemukakan anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, di Jakarta, Rabu 3 Mei 2017.

Empat isu krusial lainnya, seperti sistem pemilu, ambang batas parlemen, konversi suara ke kursi, dan penambahan jumlah kursi anggota dewan, dinilainya masih bisa menemukan jalan tengah.

"Saya rasa yang paling alot itu ialah presidential threshold karena pilihannya 0% atau 20%. Kalau yang lain, saya rasa ada jalan tengahnya," ujar Hetifah.

Saat ini, RUU tentang Penyelenggara Pemilu ada di level tim perumus dan tim sinkronisasi. Ada 18 isu krusial di dalamnya yang sudah mulai mengerucut. Selanjutnya seluruh fraksi di pansus akan kembali intensif melakukan pengambilan keputusan pada 14 Mei mendatang.

Mengenai presidential threshold, tujuh fraksi sepakat 0%, sedangkan tiga fraksi lainnya, yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai NasDem, berpandangan tetap ingin 20%.

Pengamat hukum tata negara Universitas Andalas Khairul Fahmi mengatakan kompromi sangat mungkin terjadi dalam politik.

"Hanya saja dalam menentukan pilihan kebijakan, partai politik mesti lebih mengedepankan kepentingan konstitusional dan perbaikan sistem pemilu kita ke depan. Jangan sekadar menyelamatkan kepentingan kelompok," ujarnya. (Media Indonesia)


(TRK)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA