PAN Serahkan Masalah Reshuffle ke Jokowi

Nur Aivanni    •    Sabtu, 15 Jul 2017 18:25 WIB
reshuffle kabinet
PAN Serahkan Masalah <i>Reshuffle</i> ke Jokowi
Ketua DPP PAN Yandri Susanto. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Amanat Nasional (PAN) menyerahkan kepada Presiden Joko Widodo bila partainya akan kena perombakan kabinet atau reshuffle. PAN meyakini bila parameter perombakan kabinet yang dibangun oleh pemerintah berdasarkan basis kinerja, maka tidak akan kena reshuffle.

"Kalau basis kinerja Bang Asman (Asman Abnur) pasti aman, karena kinerjanya baik. Tapi kalau karena alasan politik lain, misalkan PAN tidak mau dukung Ahok (saat Pilkada DKI Jakarta), tidak mau kompromi dalam RUU Pemilu, sikap kami berbeda dengan Perppu. Kalau itu dijadikan paramater bisa jadi PAN kena reshuffle. Kalau itu kena, PAN enggak akan ngotot. Karena itu hak prerogatif Presiden," papar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Jakarta, Sabtu 15 Juli 2017.

PDI Perjuangan sebelumnya secara terang-terangan meminta kepada PAN untuk keluar dari koalisi partai politik pendukung pemerintah jika terus berbeda sikap dalam menyikapi kebijakan pemerintah.

Menurut PDIP, Presiden Joko Widodo membutuhkan dukungan kabinet yang solid serta komitmen dari partai politik yang sudah menyatakan dukungan kepada pemerintah. Sindiran senada juga disampaikan oleh Partai NasDem.

"Kami serahkan kepada Pak Jokowi, kami berkoalisi dengan Pak Jokowi, dengan pemerintah. Dan Pak Jokowi yang waktu itu mengajak kami masuk ke pemerintahan," terang Yandri. Sampai saat ini, kata dia, PAN masih masuk dalam koalisi partai politik pendukung pemerintah.

Kalaupun Jokowi menilai PAN sudah tidak efektif, tidak efisien dan tidak menguntungkan pemerintahan lagi, sambungnya, maka ia mempersilakan Jokowi menilai PAN demikian. "Itu penilaian subjektifnya silakan. Kami tidak akan ngotot. Sekali lagi kami tidak selalu berseberangan," tandasnya.




(AZF)