PKS: Fahri Hamzah Mencoreng Nama Baik DPR

Nur Azizah    •    Kamis, 18 May 2017 12:25 WIB
angket kpk
PKS: Fahri Hamzah Mencoreng Nama Baik DPR
Ansory Siregar. Foto: Humas Fraksi PKS DPR RI

Metrotvnews.com, Jakarta: Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi menyatakan sikap menolak pembentukan panitia khusus hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi. Pernyataan itu disampaikan anggota Fraksi PKS Ansory Siregar dalam sidang Paripurna DPR RI.

Ansory menyatakan, PKS komitmen untuk tidak mengirimkan perwakilannya dalam pembentukan panitia khusus hak angket. PKS juga turut mengkritik sikap Fahri Hamzah saat memimpin rapat Paripurna pembentukan hak angket KPK, 30 April 2017.

"Fahri memutuskan paripurna secara sepihak tanpa mendengarkan pendapat dari seluruh fraksi," ujar Ansory di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Mei 2017.

Ia menilai tindakan Fahri tak sesuai prosedur dan melanggar kode etik. Selain itu, Fahri disebut telah mencoreng nama DPR. "Apa yang dilakukan Fahri saat itu telah mencoreng nama baik DPR," lanjut dia.

Ansory menyatakan PKS tak pernah memerintahkan anggotanya untuk mendukung hak angket. PKS, lanjut dia, tidak akan bertanggung jawab terkait pembentukan pansus yang mengatasnamakan partai.

"Kami tidak bertanggung jawab terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan PKS. Sikap Fahri merupakan tanggung jawab yang bersangkutan sendiri," tegasnya.

Semangat pembentukan hak angket membesar usai banyak anggota DPR disebut Miryam S Haryani saat disidik KPK terkait kasus korupsi KTP elektronik.

Penyidik KPK Novel Baswedan mengatakan Miryam sempat menyebut nama Desmond J. Mahesa (Gerindra), Aziz Syamsudin (Golkar), Masinton Pasaribu (PDI Perjuangan), Bambang Soesatyo (Golkar), dan Sarifudin Sudding (Hanura). Seluruh nama yang disebut saat ini duduk di Komisi III DPR RI.

Pernyataan Novel itu menjawab pertanyaan Jaksa KPK Irene Putri saat menjadi saksi dalam sidang kasus KTP-el. Irene bertanya untuk mendalami pernyataan Novel yang menyebut Miryam ditekan dan diancam tidak berbicara ke komisi antirasuah.

"Bambang Soesatyo, yang bersangkutan salah seorang yang disebut oleh saksi mengancam, yang mulia," kata Novel, di pengadilan Tipikor, 30 Maret 2017.




(UWA)

Novanto Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Novanto Jalani Sidang Perdana Hari Ini

36 minutes Ago

Agenda sidang perdana ialah pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum pada KPK.
 

BERITA LAINNYA