Survei Poltracking: Budi Gunawan Masuk dalam Bursa Cawapres 2019

Nur Azizah    •    Minggu, 26 Nov 2017 18:24 WIB
surveipilpres 2019
Survei Poltracking: Budi Gunawan Masuk dalam Bursa Cawapres 2019
Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Minggu, 26 November 2017--MI/Immanuel Antonius

Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan turut meramaikan bursa calon wakil presiden di Pilpres 2019 mendatang. Berdasarkan simulasi elektabilitas wapres dari lembaga survei Poltracking Indonesia, Budi Gunawan mendapatkan suara 2%.

Budi Gunawan mengungguli Muhaimin Iskandar yang hanya mendapatkan 1,8% suara. Sementara Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani mendapat suara 1,2%.

Lalu Ketua MPR Zulkifli Hasan hanya mampu mendapat 1,1% suara. Sedangkan kandidat tertinggi diperoleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. 

"Ini dalam simulasi 10 nama. Namun, undecided voters masih tinggi, yaitu 47,5 persen. Artinya, potensi meningkatkan elektabilitas masih besar," kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Minggu, 26 November 2017.

Baca: Budi Gunawan Dilantik Jadi Kepala BIN Sore Ini

Hanta menjelaskan, kemunculan nama. Budi Gunawan dalam radar cawapres 2019 merupakan hasil riset lembaga survei. Ia bertanya kepada sejumlah partai politik dan menggunakan survei sebelumnya. 

"Kami sebelum survei, ada praresearch, kedua tanya elite partai, ketiga tracking survei sebelumnya," ucap Hanta.

Survei nasional bertajuk 'Evaluasi Pemerintah Jokowi-JK dan Meneropong Peta Elektoral 2019' ini dilaksanakan pada 8 hingga 15 November 2015.

Survei dilakukan dengan menggunakan metode startified multistage random sampling dengan sampel 2.400 orang. Margin of eror survei ini +/-2% pada tingkat kepercayaan 95%. 



(YDH)

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

1 day Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam sudah memeriksa ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pah…

BERITA LAINNYA