Presiden Meminta Perguruan Tinggi Tingkatkan Kualitas

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 16 Feb 2018 15:52 WIB
pendidikan
Presiden Meminta Perguruan Tinggi Tingkatkan Kualitas
Presiden Joko Widodo pada peresmian pembukaan Konvensi Kampus XIV dan temu tahunan XX Forum Rektor Indonesia tahun 2018 di Gedung Baruga Andi Pangeran Pettarani, Universitas Hasanuddin, Kota Makassar. Foto: Biro Pers Setpres

Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta perguruan tinggi untuk segera meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghadapi era kompetisi. Perguruan tinggi harus berani melakukan perubahan besar dan berinovasi.

Jokowi menceritakan ketika dirinya duduk di bangku SMP, bank milik pemerintah sudah tutup pada pukul 13.00 WIB karena tidak adanya bank pesaing. Tapi setelah muncul bank-bank swasta, bank-bank pemerintah langsung berbenah diri dan tetap memenangkan kompetisi.

"Ternyata alhamdulillah keuntungan terbesar ada di BRI bukan bank swasta, bukan bank asing. Artinya bank pemerintah bisa berkompetisi dengan bank asing ataupun bank swasta," ujar Jokowi pada peresmian pembukaan Konvensi Kampus XIV dan temu tahunan XX Forum Rektor Indonesia tahun 2018 di Gedung Baruga Andi Pangeran Pettarani, Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Kamis, 15 Februari 2018.

Di bidang perguruan tinggi, Presiden telah menerima usulan dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir. Saat itu, kata dia, Nasir meminta perguruan tinggi diberikan pesaing dari universitas asing jika tidak berubah dan berinovasi.

Namun Presiden tidak lantas menyetujuinya dan meminta Menristekdikti berbicara dengan semua rektor, baik negeri maupun swasta.

"Kalau tanpa diberi kompetitor berubah ya enggak usah. Tapi kalau kita tunggu enggak berubah ya kita beri. Gimana setuju atau tidak? Kok diam semua. Silakan nanti dibicarakan dengan Menristekdikti," ujar Kepala Negara.

Baca: Deregulasi dan Debirokratisasi Dibutuhkan untuk Dukung Perguruan Tinggi

Presiden memahami kondisi perguruan tinggi beragam. Ada yang memang world class university, ada juga yang masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan dasar.

Tapi, ia menekankan keduanya memiliki potensi yang sama untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. "Ada yang kontribusinya pada masyarakat lokal, ada yang levelnya nasional maupun internasional," ucap dia.

Presiden mengingatkan tidak semua perguruan tinggi perlu menjadi world class. Tapi semua perguruan tinggi, perlu menjadi relevan dan berkontribusi kepada masyarakat di sekitarnya.

Misalnya sebuah perguruan tinggi yang berada di daerah pesisir atau kepulauan. Mereka bisa memberikan nilai lebih atas keberadaan pantai atau laut di daerahnya melalui inovasi pembudidayaan ikan, pengolahan hasil-hasil laut, pelestarian budaya bahari dan yang lainnya.

Baca: Presiden Ingin Revolusi Industri Dapat Memperkokoh Karakter Bangsa

Begitu juga dengan perguruan tinggi yang berada di daerah pertanian. Inovasi pengelolaan lahan yang efektif dan efisien, teknologi peningkatan hasil peternakan dan industri pengolahannya. 

Bagi perguruan tinggi besar yang sudah masuk dalam arena kompetisi global, harus mampu bersaing dan memenangkan kompetisi global.

"Mengembangkan Prodi atau Departeman atau Fakultas baru yang baru, yang inovatif, yang memanfaatkan peluang lanskap ekonomi global," kata dia.

Presiden juga meminta dipikirkan adanya fakultas digital ekonomi jurusan retail manajemen. Kemudian, fakultas manajemen logistik, karena logistik sangat berperan mendistribusikan barang. 

"Ke depan juga berkaitan dengan services atau jasa juga penting sekali," ucap dia. 

Untuk mendukung industri sepak bola, seharusnya sudah ada fakultas industri olahraga. Menurut dia, jurusan industri sepak bola sudah ada di negara lain.

Tak hanya itu, jurusan industri life style lain seperti kopi dan coklat juga penting. Jurusan itu merupakan inovasi-inovasi yang harus ditumbuhkan, sehingga tidak terjebak pada rutinitas yang monoton.

"Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan. Saya yakin Bapak dan Ibu bisa bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan terobosan besar," ujar Presiden.


(AZF)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA