Novanto Tersangka

Agung Laksono Minta Pengurus Golkar tak Gegabah Ambil Keputusan

Dhaifurrakhman Abas    •    Minggu, 12 Nov 2017 04:27 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Agung Laksono Minta Pengurus Golkar tak Gegabah Ambil Keputusan
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. ANT/Mohammad Adimaja.

Jakarta: Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono angkat bicara terkait penetapan kembali Ketua Umum Partao Golkar Setya Novanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Agung mengakui, kasus yang melanda Setya Novanto membuat roda partai sedikit terganggu, terutama menjelang pilkada 2018 dan Pileg 2019. Namun menurut dirinya, kasus-kasus besar sering menimpa Partai Golkar selama ini, tetapi pengurus  selalu dapat mencari solusi terbaik untuk kepentingan partai.

Oleh karenanya, Agung  meminta kader dan pengurus Partai Golkar di daerah untuk menahan diri dan tidak terburu-buru dalam mengeluarkan kebijakan pascakeputusan KPK tersebut.

"Tak boleh mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok. Demi kepentingan partai, ambil langkah yang arif dan bijaksana." Kata Agung Laksono, setelah membuka Musda Kosgoro 1957 Sumatra Barat di Kota Padang, Sumatra Barat, Sabtu 11 Novermber 2017.

Senada, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman mengatakan, penetapan tersangka korupsi KTP-el yang membidik Setya Novanto sedikit banyak mempengaruhi internal partai Golkar.  Mengacu pada putusan praperadilan yang mencabut status tersangka Ketua Umumnya beberapa waktu lalu. Untuk itu, Partai Golkar meminta KPK untuk berhati-hati dalam melempar status tersangka.

Dalam kasus ini, Novanto disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (MetroTV-Bonar Harahap)


(SCI)

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

51 minutes Ago

KPK diinformasikan akan menjemput Setya Novanto dari RSCM untuk dibawa ke Rutan KPK. Namun KPK …

BERITA LAINNYA