Ahok-Djarot Pasangan Pertama yang Tanda Tangani Kontrak Politik PDIP

Intan fauzi    •    Selasa, 20 Sep 2016 21:31 WIB
pilgub dki 2017
Ahok-Djarot Pasangan Pertama yang Tanda Tangani Kontrak Politik PDIP
Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat usai menandatangani kontrak politik - MTVN/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, menandatangani kontrak politik PDI Perjuangan. Kontrak politik itu berisi kesepakatan untuk menjalankan Dasa Prasetya PDI Perjuangan.

Pasangan Ahok-Djarot menjadi paslon kepala daerah pertama yang menandatangani kontrak politik. Sementara paslon lain yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada 2017 akan menyusul menandatangani kontrak politik tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah menjelaskan, Ahok-Djarot menjadi pasangan yang pertama menandatangani kontrak politik. Sebab, mereka pasangan pertama yang sudah menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

"Sesi pertemuan di Teuku Umar bersama Ketua Umum, untuk memastikan komitmen, keinginan, dan niat baik Pak Ahok dan Pak Djarot untuk diusung di Pilkada serentak 2017," kata Basarah di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016).

Basarah mengungkapkan, kontrak politik tak dapat dipisahkan dengan Dasa Prasetya PDI Perjuangan. Dasa Prasetya berisi 10 poin komitmen politik yang harus dijalankan oleh kepala daerah nantinya untuk membangun daerahnya.

"Dalam kontrak politik juga terdapat lampiran, nama naskahnya Dasa Prasetya yang tidak terpisahkan dengan kontrak politik. Sifatnya untuk membangun kesejahteraan dan membangun warga Jakarta," jelas Basarah.

"Tidak ada kaitannya dengan mahar politik," kelakar Basarah sambil dilanjut dengan penandatangan kontrak oleh Ahok dan Djarot.


(REN)

Hadapi Lawan Berat, Ahok Mulai <i>Santun</i>

Hadapi Lawan Berat, Ahok Mulai Santun

59 minutes Ago

Perubahan komunikasi Ahok bisa jadi karena campur tangan dan kesepakatann dengan PDI Perjuangan…

BERITA LAINNYA
Video /