Fahri Menduga Anggaran Pembangunan Gedung DPR Dialihkan ke IMF

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 20 Apr 2018 03:21 WIB
gedung baru dpr
Fahri Menduga Anggaran Pembangunan Gedung DPR Dialihkan ke IMF
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menuding gelaran pertemuan tahunan IMF-Wolrd Bank di Bali Oktober mendatang penyebab tak cairnya anggaran pembangunan gedung baru DPR. Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp810,17 miliar untuk pertemuan lembaga keuangan dunia itu.

"Saya dengar begitu. Buktinya kita (DPR) enggak dikasih (anggaran). Kita kena fitnahnya sudah berkali-kali tapi buktinya uangnya enggak ada," kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 19 April 2018.

Fahri menyebut, anggaran pertemuan IMF yang hampir mencapai Rp1 triliun itu sia-sia. Sementara, anggaran untuk pembangunan gedung DPR yang sifatnya berkesinambungan dikesampingkan. 

"Ini mau bikin rumah rakyat, bukan untuk kita karena gedung itu belum jadi, kita udah enggak ada di sini," ujarnya.

Fahri menganggap, kondisi ruangan di komplek Parlemen sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, kondisi kantor kecamatan di Jakarta jauh lebih baik dari gedung DPR.

Baca: DPR Masih Koreksi Surat Usulan Pembangunan Gedung

"Ruang camat saja masih lebih hebat. jadi untuk demokrasi enggak mau tapi untuk orang asing Rp1 triliun," ucapnya.  

Politiisi PKS itu mengeluhkan soal penyusunan dan pengajuan anggaran, instisusinya belum independen. Artinya, usulan pembangunan gedung diusulkan oleh Setjen DPR dan masuk neraca Kementerian Keuangan.

"Kalau pemerintahnya enggak mau, kita mau apa coba? ya kan? karena kita belum independent secara anggaran. DPR ini mau mengawasi pemerintah tapi uangnya dipegang oleh pemerintah," keluhannya.

Penambahan jumlah DPR pada Pemilu 2019 dipastikan akan berimplikasi pada kebutuhan ruang kerja baru para legislator di Kompleks Parlemen. DPR akan menyurati pemerintah untuk mendapatkan kepastian izin melaksanakan pembangunan.‎

Sebelumnya dalam Rapat Paripurna DPR pada 10 April, DPR menetapkan rancangan anggaran Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI sebesar Rp 7.721.175.861.000 untuk tahun anggaran 2019. Penetapan dilaksanakan dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Selasa, 10 April 2018. 

Dari total Rp7,7 triliun anggaran yang diajukan di 2019, Anggaran pembangunan gedung dialokasikan sebesar Rp640,86 miliar. Perinciannya untuk pembangunan gedung baru sebesar Rp359,27 miliar dan Rp281,58 untuk pembangunan alun-alun demokrasi di komplek Parlemen.


(JMS)