Menhan: Saat Ini Kita Perang Melawan Mindset

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 11 Jul 2018 14:14 WIB
terorismeIIDSS 2018
Menhan: Saat Ini Kita Perang Melawan Mindset
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (Foto: Khalisa Firsada)

Jakarta: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan dunia saat ini sudah bukan lagi berperang karena nuklir, melainkan melawan pola pikir. Menurut Ryamizard pola pikir yang sesat menyebabkan orang melakukan aksi teror.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Ryamizard saat membahas mengenai bahaya terorisme pada pembukaan Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018.
 
"Perang ke depan bukan lagi perang nuklir, tapi mindset. Ini berbahaya, sebab pelaku teror ini sudah terdoktrinasi aliran sesat dan tidak masuk akal dengan iming-iming masuk surga," ucap Ryamizard di Jakarta, Rabu 11 Juli 2018.
 
Dia mengatakan ideologi seperti itu sudah melenceng sangat jauh dari agama apapun. Menurut dia, aksi terorisme yang dilakukan kelompok-kelompok teror tersebut tidak masuk di akal.
 
Karenanya, untuk melawan aksi-aksi tersebut makin merebak luas, Indonesia bersama beberapa negara ASEAN lainnya melakukan kerja sama dalam sebuah inisiatif yang dinamakan Our Eyes. Kerja sama ini dilakukan dalam bentuk pertukaran informasi strategis.
 
"Sudah (diimplementasikan dan berjalan). Saya sudah mendapatkan informasi dan sudah mengirim juga. Ke Inggris, Prancis, Jerman juga sudah karena mereka yang minta, untuk memperkuat," katanya.
 
"Karena ini teror bahaya harus dihancurkan. Kebetulan saya lagi galak-galaknya. Saya didukung!" imbuh Ryamizard.
 
Menhan mengatakan semuanya mendukung pemberantasan terorisme ini.
 
Our Eyes ini menjadi kerja sama operasi enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura dan Filipina. "Kerja sama ini untuk memperkuat sistem kawasan dan deteksi dini. Platform konsep kerja sama ini sudah diresmikan Januari 2018 lalu di Bali," pungkasnya.


(FJR)