PSI Kecam Penolakan Perayaan Imlek

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 28 Jan 2019 21:25 WIB
toleransi beragama
PSI Kecam Penolakan Perayaan Imlek
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.

Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia mengecam sikap organisasi masyarakat Forum Muslim Bogor yang menolak perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Bahkan, mereka meminta Pemerintah Daerah Bogor untuk tidak memfasilitasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh di wilayah Bogor

“Kami sangat menyesalkan mengapa FMB memberikan stigma negatif terhadap Hari Raya kaum Tionghoa,” kata juru bicara PSI untuk Perjuangan Toleransi, Mohamad Guntur Romli di Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.

PSI juga menyayangkan seruan FMB kepada para ulama, dan semua tokoh Muslim untuk menjelaskan kepada umat mengenai bahaya Cap Go meh terhadap akidah umat Islam.

“Saya tidak paham apa yang disebut sebagai ancaman Cap Go Meh terhadap akidah umat Islam? Sedemikian lemahkah keimanan umat Islam di Indonesia sehingga harus ketakutan terhadap Cap Go Meh?” ujar dia.

Menurut dia, tindakan FMB telah meresahkan serta cenderung menebar kebencian, etnis dan agama. Dia menilai tindakan itu dapat diancam hukuman pidana penjara hingga lima tahun sesuai Pasal 156 dan 156a KUHP.

Menurut dia, perayaan Imlek adalah tradisi budaya Tionghoa yang bersifat lintas agama. Termasuk, Tionghoa yang beragama Islam. “Imlek bahkan sudah menjadi hari libur nasional sejak lama,” kata Guntur.

PSI menyatakan sudah saatnya bangsa Indonesia bersatu padu berusaha mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. Indonesia, kata dia, akan terpecah belah bila.

“Kita ini satu, terkepas dari keragaman latarbelakang agama dan etnik. Dan untuk menunjukkan kita satu, kita justru harus saling menghargai, menghormati dan bahkan merayakan perbedaan itu," kata dia.

FMB sebelumnya menyerukan penolakan terhadap perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang jatuh pada 5 dan 19 Februari 2019. FMB mengingatkan Imlek dan Cap Go Meh adalah ritual etnis Tionghoa. Sehingga, umat Islam harus mewaspadainya.

Ada tiga seruan dari FMB. Pertama, meminta Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor untuk tidak memfasilitasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh di wilayah Bogor. Kedua, FMB menyeru kepada para ulama, dan semua tokoh Muslim untuk menjelaskan kepada umat mengenai fakta Cap Go Meh dan bahayanya terhadap akidah umat. Ketiga, FMB mengajak umat Islam senantiasa memperkuat akidah Islamiyah.

FMB juga mengimbau umat Islam tidak menghadiri dan mengikuti perayaan tersebut. Umat Islan juga, dilarang menggunakan pernak-pernik Imlek dan Cap Go Meh seperti lampion, angpao, petasan, serta barongsai.

FMB bahkan mengimbau umat Islam untuk tidak mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 'Gong Xi Fa Cai'. Menurut FMB, mengucapkan Imlek berarti umat Islam setuju dengan agama kaum Tionghoa, dan ini merupakan pintu kekafiran yang harus dijauhi.

Menurut Guntur, umat Islam di Indonesia harus mulai bersikap dewasa. Dia tak ingin masyarakat bersikap minder dan takut terhadap agama tertentu.

“Umat Islam justru harus menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam, bukan justru mendorong perpecahan dan permusuhan," pungkas dia.



(AZF)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA