Calon Dubes Diminta Mengutamakan Kepentingan Nasional

Dheri Agriesta    •    Jumat, 09 Nov 2018 16:01 WIB
duta besar
Calon Dubes Diminta Mengutamakan Kepentingan Nasional
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pengarahan kepada calon duta besar Indonesia yang akan bertugas di negara sahabat. Kalla mengingatkan para calon duta besar mengedepankan kepentingan nasional.

"Intinya yang disampaikan Bapak Wakil Presiden ada dua hal yang perlu dikedepankan sebagai wakil negara, pertama kita harus selalu memperjuangkan kepentingan nasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Kemenlu, Pejambon, Jakarta, Jumat, 9 November 2018. 

Arrmanatha mengatakan arahan itu ditekankan dalam perihal kerja sama di bidang ekonomi. Seorang duta besar harus jago berdagang. 

"Mendorong perdagangan di masing masing negara yang ditempati," kata Arrmanatha.

Wapres juga menekankan pentingnya kontribusi Indonesia dalam perdamaian dunia. Para duta besar diminta menjadi perpanjangan tangan negara dalam menjaga perdamaian.

(Baca juga: Dubes RI Ajak WNI di Zimbabwe dan Zambia Gunakan Hak Pilih)

Arrmanatha menyebut tak ada pesan politik yang disampaikan Wapres kepada para duta besar. Para duta besar, kata dia, hanya diminta menjaga wajah Indonesia di hadapan negara sahabat. 

"Itulah yang ditekankan kita harus mencopot baju kita dan kita harus mewakil, wakil Indonesia," tegas Arrmanatha. 

Sebelumnya sebanyak 22 calon duta besar mendapatkan pengarahan sebelum berangkat ke lokasi tugas masing-masing. Para calon dubes mendapatkan pengarahan dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. 

Selain itu, para calon duta besar juga mendapat pengarahan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Komisi Pemilihan Umum. Sehingga para calon dubes memiliki bekal menghadapi berbagai persoalan saat bertugas di negeri sahabat. 





(REN)