Politikus Diminta Rajin ke Pasar Tradisional

   •    Senin, 14 Jan 2019 19:34 WIB
pemilu serentak 2019
Politikus Diminta Rajin ke Pasar Tradisional
Ketua DPP PSI Tsamara Amany saat blusukan ke Pasar Mandalagiri, Garut.

Jakarta: Para politikus diminta rajin ke pasar tradisional untuk melihat kondisi pasar dan harga barang. Hal itu penting agar mereka tidak asal mempublikasikan harga yang belum diketahui kebenarannya.
 
Hal itu diungkapkan Ketua DPP PSI Tsamara Amany saat blusukan ke Pasar Mandalagiri, Garut, bersama puluhan kader PSI lainnya. Tsamara mengatakan, cara blusukan Presiden Jokowi menjadi salah satu cara untuk menangkal hoaks dan verifikasi data di lapangan.
 
"Kami melakukan blusukan dari pasar ke pasar untuk mengecek data yang sesungguhnya. Upaya ini adalah cara PSI untuk menangkal hoaks yang sering digaungkan oleh kubu 02," Tsamara.
 
Tidak hanya blusukan, Tsamara dan beberapa caleg PSI juga melakukan survei harga pasar. Berdasarkan keterangan penjual, harga bahan pokok di pasar masih stabil.
 
"Harga di Pasar Mandalagiri masih normal, Rp10 ribu saya sudah bisa membeli banyak hal, sudah bisa untuk masak sayur asem," kata Tsamara.
 
Di kesempatan yang sama, kader PSI Giring Ganesha  mengatakan, masyarakat menaruh harapan besar pada politikus dan pemegang kebijakan. "Alhamdulillah warga senang kami datang. Mereka juga menaruh harapan besar untuk PSI ke depannya," ujar Giring.

Baca: Rp100 Ribu Dapat 9 Jenis Bahan Pokok, Emang Bisa?

Blusukan ke Pasar Mandalagiri merupakan rangkaian acara Solidarity Tour Jawa Barat hari ketiga yang dilaksanakan di Garut. Solidarity Tour merupakan kegiatan yang ditujukan untuk menangkal hoaks yang selama ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.
 
"Dengan adanya blusukan, kami dapat berkenalan langsung dengan warga sekaligus menepis hoaks yang berkembang di masyarakat," kata Wasekjen DPP PSI Satia Chandra Wiguna.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengritik pemerintahan Jokowi dengan mengatakan bahwa zaman sekarang uang sebesar Rp100 ribu hanya mendapatkan sedikit barang berbeda kondisinya dengan empat tahun lalu.





(FZN)