Alasan Yudi Mundur

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 08 Jun 2018 11:32 WIB
pancasila
Alasan Yudi Mundur
Yudi Latief--Antara/Rosa Panggabean

Jakarta: Yudi Latif mengaku tak sanggup menjalani kesibukan tingkat tinggi sebagai kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) setelah setingkat menteri. Sehingga, Yudi memutuskan mundur.

"Dalam surat itu beliau tidak sanggup karena masih ada urusan keluarga yang perlu diintensifkan oleh Pak Yudi Latif," kata staf khsusus Presiden bidang komunikasi Johan Budi SP di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Yudi juga mengaku tugasnya sebagai Kepala BPIP sudah selesai. Apalagi, ia juga sudah membawa UKP-PIP bertransformasi menjadi BPIP yang setingkat menteri.

"Pak Yudi Latif setelah setahun berada di UKP dan BPIP merasa transformasi itu yang juga sedang dikerjakan BPIP atau UKP yang dahulu sudah selesai. Tugasnya dianggap Pak Yudi Latif sudah selesai," ujar dia.

Baca: Yudi Latif Mengundurkan Diri dari Kepala BPIP

Yudi sebelumnya resmi mengundurkan diri sebagai kepala BPIP. Ia pamit usai setahun menduduki jabatan kepala BPIP. Ia juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Yudi mengakui belum banyak yang bisa dilakukan oleh BPIP selama setahun berjalan sejak masih menjadi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Hal ini, kata dia, lantaran sejumlah keterbatasan.

Dia mengungkapkan, lembaga penyemai Pancasila itu baru menggunakan anggaran negara Rp7 miliar. Sebab, BPIP dilantik pada 7 Juni 2017 dan tak lama kemudian memasuki masa libur lebaran, dan baru memiliki tiga orang deputi pada bulan Juli. 

Baca: Surat Pengunduran Diri Yudi Latif Telah Dikirim ke Jokowi

Sementara, tahun anggaran telah berjalan, dan sumber pembiayaan harus diajukan lewat APBNP, dengan menginduk pada Sekretaris Kabinet. Anggaran, kata dia, baru turun pada awal November, dan pada 15 Desember 2017 penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga harus berakhir. 

"Praktis, kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggunakan anggaran negara. Adapun anggaran untuk tahun 2018, sampai saat ini belum turun," beber Yudi. 


(YDH)