DPR Pertanyakan Kelanjutan Eksekusi Terpidana Mati

Ilham wibowo    •    Rabu, 28 Mar 2018 14:56 WIB
eksekusi mati
DPR Pertanyakan Kelanjutan Eksekusi Terpidana Mati
Kejaksaan Agung. Foto: MI/Irfan.

Jakarta: DPR mempertanyakan kelanjutan eksekusi terpidana mati kepada Jaksa Agung M Prasetyo. DPR juga mempertanyakan kinerja Kejaksaan Agung yang dianggap bermasalah.
 
Anggota Komisi III Fraksi Partai Golkar Adies Kadir meminta Prasetyo menjelaskan kendala yang dihadapi Kejaksaan Agung terkait eksekusi mati yang tak kunjung dilakukan. Padahal, penegakan hukum di Tanah Air perlu menimbulkan efek jera terutama kasus peredaran narkoba.
 
"Apa kendala yang dihadapi Kejagung terkait eksekusi mati para pengedar narkoba? Banyak  juga para pakar yang memberikan opini akibat dari tidak dilakukannya eksekusi mati ini," ujar Adies dalam rapat kerja bersama Kejagung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.
 
Menurutnya, tindakan menunda eksekusi mati menjadikan Indonesia pasar besar peredaran narkoba. Narkoba jenis sabu bisa masuk melalui berbagai jalur transportasi dari luar negeri.
 
"Para bandar narkoba masih seenaknya kirim berton-ton narkoba karena dianggap tak ada lagi eksekusi. Apa alasan memunda eksekusi?" ungkapnya.

Baca: Hukuman Mati Masih Alternatif

Jaksa Agung M Prasetyo menuturkan aspek yuridis menjadi kendala kapan waktu pelaksanaan eksekusi terpidana mati dilakukan. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tak membatasi tenggat waktu pengajuan grasi dimanfaatkan para terpidana untuk mengulur waktu.
 
"Sekarang tidak ada batas lagi kapan dia akan mengajukan permohonan grasi, itu kan jadi  masalah. Kedua, penunjukkan kembali bisa diajukan lebih dari sekali, sementara untuk hukuman mati ini aspek yurudisnya harus dipenuhi dulu. Jadi, begitu mudah orang untuk berpraduga kenapa jaksa tidak segera eksekusi," ungkapnya.




(FZN)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

13 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA