Investor Minta Kejelasan Sandiaga Terkait Penghentian Proyek Reklamasi

Ilham wibowo    •    Minggu, 19 Mar 2017 20:04 WIB
reklamasi teluk jakarta
Investor Minta Kejelasan Sandiaga Terkait Penghentian Proyek Reklamasi
Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno saat berdiskusi dengan warga PIK dan investor. Mtvn/ Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara sekaligus para investor pulau reklamasi diberi kesempatan berinteraksi bersama cawagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno. Nada protes dilontarkan investor pada pasangan nomor urut tiga yang akan menghentikan proyek triliunan rupiah.

"Penghentian reklamasi ini masalahnya apa? amdalnya atau apa," ujar Herman di kawasan PIK, Jakarta Utara, Minggu 19 Maret 2017.

Menurut Herman, reklamasi di Teluk Jakarta ini merupakan proyek lawas. Investor, kata dia, awalnya berani menggelontorkan dana berkat pemerintah terdahulu memberikan aturan yang sah.

Ia pun heran mengapa mega proyek ini lantas menjadi ajang politisasi untuk segera dihentikan. Sementara, di beberapa pesisir laut telah dilakukan pengurukan menjadi pulau buatan, bahkan beberapa bangunan telah didirikan. 

Herman melanjutkan, para pengusaha telah menyisihkan kewajiban pajaknya pada pemerintah untuk melestarikan lingkungan. Para pengusahaan pun terikat dengan regulasi yang dibuat. Namun, Ia tidak sepakat apabila investor pulau reklamasi kemudian menjadi kambing hitam dalam politik Pilkada DKI Jakarta.

"Kami ingin tau di mana kesalahannya. Kami menduga bapak (Sandiaga) tidak pernah tahu kami pengusaha yang menjaga hutan lindung (mangrove), kami jaga monyetnya, ularnya, dan biawaknya," kata dia.

Senada dengan Herman, Rudi Halim yang juga investor pulau reklamasi mengatakan, pihaknya ingin segera memiliki kepastian aturan. Terlebih apabila pasangan Anies-Sandi terpilih akan mewujudkan kebijakan penghentian proyek reklamasi.

"Sejak tahun 1980, Pantai Mutiara sudah tercemar, nelayan juga mengambil ikan bukan di sini, jadi penilaian reklamasi merugikan nelayan saya rasa tidak tepat," ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga kemudian memberikan penjelasan terkait programnya. Meski kebijakan penghentian reklamasi pulau tetap dilakukan, para investor yang terlanjur mengucurkan duit tidak perlu khawatir.

Langkah terbaik akan dilakukan. Bila terpilih, kata Sandi, secepatnya akan melakukan pertemuan seluruh pihak yang merasa berkepentingan.

"Kita cari solusi bersama. Saya juga orang dagang, tahu bagaimana berinvestasi. Kejadiannya memang seperti ini, hukumnya pabaliut (kacau)," kata Sandi.

Ia menyakini solusi terbaik akan muncul seiring dengan pertemuan intens membahas penyelesaian aturan reklamasi. Sandiaga tetap berprinsip bahwa baik pedagang, pengembang maupun pemerintah tidak boleh ada yang dirugikan.

"Saya siap duduk sama-sama mediasi, konsepnya tidak boleh boleh ada yang dirugikan. Pemerintah pusat juga bertanggung jawab karena atasan kita. Itu pandangan saya," jelas Sandi.



(SCI)

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

1 hour Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan karangan bunga warna-warni memenuhi halaman Balai Kota DKI Ja…

BERITA LAINNYA