Kalla Nilai Pengusulan Panglima Anyar tak Terburu-buru

Dheri Agriesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:56 WIB
panglima tni
Kalla Nilai Pengusulan Panglima Anyar tak Terburu-buru
Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kiri)berjabat tangan dengan sejumlah perwakilan pihak swasta dalam acara penandatanganan kerja sama sponsorship Asian Games 2018 di Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pengusulan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak buru-buru. Presiden Joko Widodo sudah memilihnya melalui serangkaian proses.

"Kan ada proses, dan ada kebiasaan juga, itu sudah terjadi di beberapa (pergantian panglima)," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 6 Desember 2017.

Jenderal Gatot akan pensiun pada Maret 2018. Kalla menjelaskan usulan nama pengganti memang disampaikan beberapa bulan sebelum panglima aktif pensiun karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui calon panglima baru.

Panglima pengganti harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Selain itu, panglima TNI aktif juga butuh waktu untuk mempersiapkan masa pensiun.

Baca: Marsekal Hadi Singgung soal Perubahan Ancaman Keamanan

Jenderal Gatot Nurmantyo bahkan meminta Marsekal Hadi Tjahjanto segera dilantik usai disetujui DPR. Kalla pun menyambut baik permintaan Gatot.

"Saya kira bagus, artinya Panglima (Gatot Nurmantyo) terbuka dan sangat menyerahkan proses sesuai dengan aturan," kata Kalla.




(OGI)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

4 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA