Bantuan ke Rohingya Murni Keprihatinan, bukan Pencitraan

Ilham wibowo    •    Senin, 18 Sep 2017 16:22 WIB
rohingya
Bantuan ke Rohingya Murni Keprihatinan, bukan Pencitraan
Presiden Joko Widodo meninjau persiapan pemberangkatan bantuan kemanusiaan Rohingya. Foto: Biro Pers Setpres.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bantuan yang dikirimkan pemerintah Indonesia kepada pengungsi Rohingya dinilai bukan pencitraan. Hal tersebut adalah murni keprihatinan terhadap pengungsi Rohingya. 

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Sidarto Danusubroto mengatakan, Indonesia adalah satu-satunya negara yang dapat berdiplomasi langsung dengan pemerintah Myanmar. Alhasil, bantuan kemanusian dari Indonesia bisa tersalurkan. 

"Coba, negara mana yang welcome dengan pemerintah Myanmar? Hanya Indonesia. Hanya (bantuan) Indonesia yang boleh masuk," kata Sidarto di Kantor Watimpres, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Senin 18 September 2017.

Mantan Ketua MPR ini mengatakan, sejak lama Indonesia dan Myanmar punya sejarah diplomatik yang baik. Upaya pengiriman bantuan tersebut akhirnya bisa diterima untuk disalurkan bagi warga yang menjadi sasaran.  
"Kalau kita galak, mereka tutup pintu bagaimana? Bantuan kita enggak bisa masuk. Jangan dianggap pencitraan dong, mereka menunggu bantuan kita, donasi kita," ujar Sidarto. 

Bantuan berupa logistik dan obat-obatan dinilai paling dibutuhkan pengungsi Rohingya saat ini. Hal ini diberikan bersama dengan upaya Indonesia mendamaikan konflik kedua belah pihak. 

"Mereka butuh makanan dan obat obatan. Kalau demo bisa bantu apa. Kalau mereka urunan uang ya saya hargai," ungkap Sidarto. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengkritik bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia kepada pengungsi Rohingya. Dia menyebut, upaya tersebut hanyalah pencitraan. 

"Kalaupun (pemerintah) kita sekarang kirim bantuan (kepada Rohingya), menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai," kata Prabowo saat berorasi di Kawasan Silang Monas Jakarta Pusat, Sabtu 16 September 2017. 

Kritik yang sama juga dilontarkan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Pernyataan itu pun menuai kecaman dari banyak pihak. 

Sementara itu, 54 ton bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk para pengungsi Rohingya telah tiba di Bangladesh. Rencananya, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari beras, pakaian, makanan siap saji, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya akan mulai didistribusikan ke 12 titik pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh pada hari ini.


(OGI)