NU dan Muhammadiyah Tegas Menolak HTI

Lis Pratiwi    •    Jumat, 19 May 2017 16:21 WIB
pembubaran hti
NU dan Muhammadiyah Tegas Menolak HTI
Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, (kiri), Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj (kedua dari kiri), Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (kedua dari kanan), dan Masduki Baidowi, moderator. Foto: MTVN/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, NU bersama Muhammadiyah menolak gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Visi misi HTI dinilai ingin mengganti dasar negara Indonesia dari Pancasila menjadi Khilafah.

"Harus kita hadapi tegas kepada mereka yang ingin mengubah dasar negara dan mengganggu NKRI," kata Said dalam Serial Dakwah Kebangsaan NU-Muhammadiyah di gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat 18 Mei 2017.

Said menilai, HTI menjadi gerakan yang ingin membebaskan umat Islam dari sekat-sekat nasional. Said juga mengimbau masyarakat menghormati perbedaan yang ada di Indonesia dan menjaga NKRI.

"Alhasil mari kita jaga NKRI ini dengan menghormati perbedaan saudara sebangsa dan senegara kita ini," katanya.

Sebab, menurut Said, masyarakat harus sadar bahwa Pancasila sudah tepat sebagai dasar negara. Karena dalam lima nilai di dalamnya tak hanya terkandung unsur kebangsaan, tapi juga keagamaan.

Lebih lanjut, Said mengatakan, tidak ada pamrih atas apa yang dilakukan NU dan Muhammadiyah. Tujuannya adalah ingin umat Islam lebih sadar bahwa pilkada sudah selesai. Pemenangnya pun sudah terpilih dan beragama Islam, sehingga tidak perlu bertindak lebih jauh mengusik dasar negara.

"Kami hanya ingin menyadarkan umat Islam," katanya.

Diskusi yang dilakukan NU dan Muhammadiyah merupakan kelanjutan dari pertemuan dengan Presiden Joko Widodo bahwa diperlukan lebih banyak dialog kebangsaan untuk mendamaikan kondisi politik nasional.

Selanjutanya, Serial Halaqah Kebangsaan NU-Muhammadiyah mengenai negara Pancasila dan Khilafah akan kembali digelar di Kantor Muhammadiyah akhir Mei 2017.


(MBM)