Presiden: Latihan Perang Bentuk Kesiapan TNI Pertahankan NKRI

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 19 May 2017 17:54 WIB
latihan perang
Presiden: Latihan Perang Bentuk Kesiapan TNI Pertahankan NKRI
Presiden Jokowi saat latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dan pertempuran darat tahun 2017 di Natuna. Foto: Biro Pres Setpres/Cahyo

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dan pertempuran darat tahun 2017. Latihan tempur ini dinilai menunjukkan kemampuan dan kekuatan TNI dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Ingin saya sampaikan bahwa latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat ini sangat penting sekali. Ingin kita tunjukkan betapa solidnya TNI mengadakan latihan dalam rangka pertahanan kita, dalam rangka menunjukkan kepada kita semuanya kesiapan TNI untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Jokowi di Natuna, Jumat 19 Mei 2017.


Presiden Jokowi saksikan latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dan pertempuran darat tahun 2017 di Natuna. Foto: Biro Pres Setpres/Cahyo

Sebanyak 5.900 prajurit TNI terjun langsung dalam latihan ini. Mereka berasal dari Satuan Tugas Darat, Satuan Tugas Laut, Satuan Tugas Udara, Satuan Darat lanjutan, Satuan Manuver Infanteri dan Kavaleri, Satuan Bantuan Tempur, dan Satuan Bantuan Administrasi.

Alat utama sistem senjata (Alutsista) yang dikerahkan dari tiga matra TNI di antaranya satu KRI Kelas Sigma, satu KRI Kelas LPD, satu KRI Kelas Parchim, empat Sea Rider Kopaska, lima Tank Amfibi BMP 3F, dan delapan Panser Amfibi BTR50 M dari TNI Angkatan Laut.


Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) dan Menhan Ryamizard Ryacudu (kedua dari kanan) menyaksikan latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dan pertempuran darat tahun 2017 di Natuna. Foto: Biro Pres Setpres/Cahyo

Kemudian, satu FLT PTTA (Skd 51 Spo), satu FLT BTU (4 pesawat), satu FLT Sul (4 pesawat), satu FLT Linud (9 pesawat C-130), satu FLT Kdol/Dalpur/Taifib (1 pesawat CN-295), satu FLT Jun Sandha (1 CN-295), dan satu FLT Standby SAR (1 helikopter) turut diterjunkan oleh TNI Angkatan Udara.

TNI Angkatan Darat juga mengerahkan 15 unit Multi Kaliber Roket Astros, enam unit Meriam 155 Cesar, enam unit Meriam 76, sembilan unit Giant Bow Arhanud, dua unit Helikopter MI 17, dua unit Helikopter MI 35, 10 unit Helikopter Bell 412, 18 unit MBT Leopard. Lalu, satu unit Recovery Tank, satu unit Tank Avlb, 20 unit MI 13, 14 unit Tank Marder, tiga unit Panser Anoa Mo, satu unit Panser Anoa Ko, 10 unit Jet Ski, 10 Unit Sea Rider, dan dua unit kapal motor cepat.

"Latihan seperti ini sudah berjalan selama enam bulan, bukan hari ini saja. Sudah enam bulan dengan tahapan-tahapan yang pada hari ini tadi bisa kita lihat bersama betapa kesiapan baik di darat, laut, dan udara betul-betul dalam keadaan siap apabila diperlukan oleh negara," kata Jokowi.


Presiden Jokowi (ketiga dari kiri) didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kedua dari kiri), Menteri PMK Puan Maharani (kiri), Menhan Ryamizard Ryacudu (keempat dari kanan) dan para gubernur berpose bersama saat menyaksikan latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dan pertempuran darat tahun 2017 di Natuna. Foto: Biro Pres Setpres/Cahyo.


(MBM)