Wali Kota Batu tak Takut Dipecat PDIP

Juven Martua Sitompul    •    Minggu, 17 Sep 2017 06:14 WIB
ott kpk
Wali Kota Batu tak Takut Dipecat PDIP
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. MTVN/ Juven Martua Sitompul

Metrotvnews.com, Jakarta: Wali Kota Batu Eddy Rumpoko mengaku tidak takut dipecat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai berlambang kepala banteng tersebut menyatakan bakal memberhentikan Eddy setelah  terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya enggak merasa bersalah," kata Eddy di gedung KPK, Jakarta, Minggu 17 September 2017.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Batu ini terus berkelit saat disinggung terkait fee dari proyek di lingkungan Pemerintah Kota Batu.

"Saya enggak tahu duitnya dari mana. Saya dijebak atau enggak saya enggak tau," ujar dia.

Sebelumnya, PDIP meyatakan akan memecat Eddy Rumpoko karena terjaring operasi tangkap tangan KPK. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu dengan tegas menyatakan tidak memberi toleransi bagi kadernya yang terlibat korupsi.

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan partai tidak memberi toleransi bagi kader yang terkena OTT KPK.

"Kami enggak mentolerir, partai langsung akan memecat," kata Hasto dalam program Top News Metro TV.

Menurut Hasto, hal tersebut merupakan langkah disiplin di internal partai. Hasto juga menegaskan partai tak akan memberikan bantuan hukum pada Eddy. Lebih jauh ini merupakan tamparan bagi partai dan pelajaran bagi semua kader.

"Partai akan terus ingatkan pada seluruh kader agar hal itu tidak terjadi lagi," jelas Hasto.

Seperti diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang di Batu Malang, Jawa Timur. Mereka yang diamankan antara lain Wali Kota Batu Malang Eddy Rumpoko, pejabat unit pengadaan dan pihak swasta. Namun, dua di antaranya ditinggal di Polda Jatim untuk kepentingan penyelidikan.

Dugaan sementara, ketiga orang yang diboyong ke gedung KPK itu melakukan praktik suap terkait proyek pengadaan meja kerja staf dan meja kerja eselon serta kursi hadap dan sofa di Pemerintah Kota Batu Malang dengan nilai proyek Rp2,97 miliar.

Dari operasi ini tim Satgas menyita sejumlah uang yang berkaitan dengan proyek tersebut. Penyidik akan melakukan pemeriksaan 1x24 jam untuk menentukan status hukum terhadap orang-orang yang ditangkap.


(SCI)