Ahok-Djarot Tak Ambil Pusing Hasil Survei yang Berpotensi Bias

Ilham wibowo    •    Rabu, 30 Nov 2016 02:29 WIB
pilkada dki 2017
Ahok-Djarot Tak Ambil Pusing Hasil Survei yang Berpotensi Bias
Ruhut Sitompul. Foto: Antara/Hafidz Mubarak.

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru bicara pasangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul mengatakan, hasil survei boleh saja memenangkan satu di antara tiga pasangan calon. Namun, dia tetap optimistis Ahok-Djarot menang dalam satu putaran di Pilkada DKI 2017.

Dia bilang, Timses Ahok-Djarot tidak terlalu ambil pusing hasil survei yang dinilai berpotensi bias, tidak independen, dan memihak salah satu calon. Peluang pasangan Ahok-Djarot menang masih besar.

"Di Pilpres Amerika, survei selalu menyebutkan Hillary menang, sementara Donald Trump kalah. Tapi nyatanya, pada hari-H pemungutan suara, Trump lah yang menang. Hasil survei kita tidak pikirkan," ujar Ruhut saat dihubungi wartawan, Selasa (29/11/2016) malam.

Ruhut tak mengelak bahwa Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, memang menjadi salah satu konsultan politik pasangan Ahok-Djarot. Tapi ia juga punya penilaian lain. Menurut Ruhut, ada kemungkinan lembaga riset tersebut menjadi konsultan untuk pasangan calon lain.

"Bisa saja dia main ke sana-ke mari, kami kan nggak tahu, biarkan saja survei-survei seperti itu," ujar Ruhut.

Optimisme Ruhut justru telah terbukti. Faktanya, setiap hari di rumah pemenangan Ahok-Djarot di Jalan Lembang, kini selalu dibanjiri massa pendukung. Sebelum Basuki menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama, hanya ada sekitar 200 orang yang berkunjung ke rumah tersebut. Namun, setelah Basuki ditetapkan sebagai tersangka justru pendukung bertambah menjadi 2.000-3.000 orang per hari.

Ruhut juga menanggapi hasil survei yang menyebutkan jumlah swing voters yang masih tinggi. Dia bilang, tidak ada strategi khusus yang akan dilakukan oleh timses kampanye. Sebab, lanjut dia, pasangan Ahok-Djarot sudah memberikan bukti kerja yang akan mengubah peta suara jelang pemilihan.

"Ahok -Djarot tidak hanya janji-janji belaka," kata Ruhut.

Dalam berita sebelumnya, hasil survei Charta Politika tentang elektabilitas pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta menempatkan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di urutan paling tinggi. Agus-Sylvi unggul tipis dari dua pasangan calon rivalnya.

Survei elektabilitas Agus-Sylvi berada di atas dua rivalnya dengan perolehan 24,4 persen suara. Sementara elektabilitas Ahok-Djarot menyentuh angka 23,5 persen, sementara pasangan Anies-Sandiaga mendapat 19,4 persen.


(SCI)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA