SBY Dianggap Tak Bijak Diamkan Manuver Andi Arief

K. Yudha Wirakusuma    •    Kamis, 10 Jan 2019 11:21 WIB
hoax
SBY Dianggap Tak Bijak Diamkan Manuver Andi Arief
Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai kurang bijak bila terus diam, atas manuver Wasekjen PD Andi Arief. Sikap proaktif SBY dianggap penting, guna mengamankan suara PD.

"Sebab selama ini kita tahu bahwa SBY dikenal sebagai politisi yang santun dan sangat mengedepankan kesantunan. Serte menjauhi informasi-informasi yang sumir dan tidak benar," kata Pengajar Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjajaran, Idil Akbar, Rabu, 9 Januari 2019.

Menurut Idil, SBY memiliki citra sebagai seorang tokoh politik yang selalu memutuskan sesuatu dengan bijak. Serta sikapnya yang membuat orang melihat sosoknya sebagai magnet di Demokrat.

"Sehingga itu akan menjadi pertaruhan apabila ada yang berlawanan dengan sikap SBY selama ini dan bisa berdampak kurang baik secara elektoral terhadap Demokrat," paparnya.

Baca: Perludem: Pernyataan Andi Arief Ganggu Konstitusionalitas Pemilu

PD akan semakin terjepit jika mendiamkan atau bahkan mengabaikan sikap politik Andi Arief. Usahanya vis a vis dengan KPU karena persoalan hoaks 7 kontainer surat suara hanya akan bersifat kontraproduktif baik terhadap SBY maupun PD.

"Sikap dan pernyataannya cenderung berpretensi mendelegitimasi KPU untuk dinilai sebagai lembaga partisan dan tidak independen," terangnya.

"Publik tidak lantas akan sependapat dengan itu, malah bisa jadi justru akan menjadi bumerang bagi masa depan politik Partai Demokrat," tandasnya.

Kabar tujuh kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos pada gambar pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin ramai dibahas di sosial media setelah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mencuit informasi itu. Andi meminta KPU mengecek kebenaran kabar itu.

KPU pun bergerak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 2 Januari 2019, sesaat setelah kabar itu ramai dibahas. Namun, kabar itu terbukti hoaks. Andi pun menghapus cuitan tersebut.


(YDH)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA