Pemaksaan Seks Bebas dengan Ancaman Bisa Dipidanakan

Candra Yuri Nuralam    •    Rabu, 06 Feb 2019 18:53 WIB
antikekerasan seksual
Pemaksaan Seks Bebas dengan Ancaman Bisa Dipidanakan
Ketua Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Azriana. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Jakarta: Perempuan yang ditinggal laki-laki usai seks bebas dengan alasan suka sama suka bisa melaporkan tindakan itu jika Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) disahkan. Peristiwa ini kerap menimpa dan merugikan perempuan.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Azriana mengatakan perempuan sering terjebak dengan situasi pemaksaan seksual sebelum pernikahan. Ancaman berupa penyebaran video seks ini biasanya menyerang sejoli yang putus cinta.

"Kalau tepikat pernikahan bisa kena KUHP. Tapi, kalau di RUU PKS ini ada di bagian situasi, bagaimana situasi di mana si perempuan dipaksa melayani dengan ancaman. Di RUU ini bisa di pidanakan," kata Azriana di Gedung Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Februari 2019.

Menurut dia, kondisi ini kerap memaksa korban melayani hubungan seks dengan pemikiran rahasia akan terjaga. Tidak adanya hukum yang mengatur masalah ini dimanfaatkan pelaku mengatasnamakan suka sama suka.

Baca: Petisi Maimon Dinilai Tak Menghargai Korban Pelecehan Seksual

"Bisa lo bertahun-tahun situasi seperti ini. Tidak ada (aturan) kekerasan seksual itu dimanfaatkan pelaku, tapi di RUU ini bisa dipidanakan," ujar Azriana.

RUU PKS akan mengatur mengenai hubungan seks sebelum pernikahan. Kasus itu akan masuk dalam tindakan eksploitasi seksual. Eksploitasi ini juga meliputi perempuan hamil yang ditinggal laki-laki, pemaksaan hubungan seksual, prostitusi daring, dan kondisi tertentu di mana perempuan tidak bisa ditinggal laki-laki.





(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA