Golkar Terpaksa Merelakan Fayakhun Menjalani Proses Hukum

Ilham wibowo    •    Kamis, 15 Feb 2018 12:53 WIB
suap di bakamla
Golkar Terpaksa Merelakan Fayakhun Menjalani Proses Hukum
Politikus Golkar Fayakhun Andriadi/Medcom.id/Surya Perkasa

Jakarta: DPP Partai Golkar merelakan Fayakhun Andriadi menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fayakhun ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Tahun Anggaran 2016.

"Dengan berat hati Golkar harus merelakan Fayakhun untuk fokus dan konsentrasi mengikuti proses hukum yang akan dijalaninya," kata Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia melalui keterangan tertulis, Kamis, 15 Februari 2018.

Doli mengatakan temuan dua alat bukti dalam kasus Fayakhun mesti diterima sebagai kenyataan pahit. Padahal, anggota Komisi III DPR itu dikenal sebagai kader potensial.

"Fayakhun adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki Golkar. Muda, energik, dan memiliki wawasan yang luas. Namun kita tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain menerima situasi yang terjadi," sesal Doli.

Baca: Fayakhun Mengaku Sempat Diminta Bantu Proyek Bakamla

Doli menjelaskan partai pohon beringin saat ini berbeda dari rezim sebelumnya. Golkar berkomitmen menerapkan zero-zero tolerance terhadap korupsi. Tindakan tegas pun telah diberikan bagi kader yang terjerat hukum pidana korupsi.

Fayakhun segera dinonaktifkan sebagai Ketua DPD DKI Jakarta. "Sebagai bentuk komitmen Golkar dengan tag line barunya dan dukungan terhadap KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Tentu kami sayang terhadap kader kami, tapi kepentingan bangsa, negara, dan partai adalah di atas segalanya," jelas dia.

Namun, partai pimpinan Airlangga Hartarto itu bakal tetap memonitor kasus hukum Fayakhun. Bantuan hukum pun bakal diberikan.

"Sebagai partai yang juga mengedepankan sisi kemanusiaan dan memiliki kepedulian terhadap kadernya, Golkar akan tetap memberikan bantuan hukum kepada Saudara Fayakhun," ucap dia.




(OJE)