Partai Golkar Bakal Beri Bantuan Hukum untuk Aditya Moha

Ilham wibowo    •    Senin, 09 Oct 2017 08:35 WIB
golkarott kpk
Partai Golkar Bakal Beri Bantuan Hukum untuk Aditya Moha
Ilustrasi. Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Golkar berencana memberikan bantuan hukum terhadap kadernya yang tersandung kasus korupsi, Aditya Anugrah Moha. Anggota Komisi XI DPR itu ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono. 

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, bantuan hukum berlaku bagi setiap kader Golkar yang mengalami permasalahan hukum. Kebijakan tersebut sesuai dengan prosedur ketetapan aturan internal partai.

"Tentu sesuai protap yang ada di Partai Golkar, secara otomatis menugaskan kepada Bidang Hukum dan HAM sekaligus Badan Advokasi Partai Golkar untuk melakukan pendampingan kepada siapa pun kader yang ada. Terlepas yang bersangkutan juga ada penasehat hukumnya," kata Idrus di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Minggu malam 8 Oktober 2017.

(Baca juga: Golkar Sudah Ingatkan Aditya Moha untuk Tidak Korupsi)

Meski memberi bantuan terhadap kader yang diduga terlibat kasus korupsi, namun Golkar benci pada korupsi. Bahkan, seluruh kader partai berlambang pohon beringin itu diminta memegang teguh komitmennya dalam pembangunan bangsa.

"Nah, peringatan DPP Partai Golkar itu jelas. Dan karena itu, bilamana ada kader yang kena OTT dan melakukan pelanggaran, saya katakan itu juga kita tidak menginkan itu," ucap Idrus.

(Baca juga: Suap Hakim, Politikus Golkar Disebut Berkorban untuk Ibunya)

Tindak korupsi yang dilakukan oknum kader Golkar adalah perlakuan pibadi. Golkar menghargai langkah KPK, karena pada prinsipnya, Golkar memiliki semangant yang sama dalam pemberantasan korupsi.

"Saya kira itu tidak bisa juga secara serta merta perilaku orang yang ditangkap itu seakan-akan dilegitimasi oleh Golkar, tidak. Perilaku mereka tidak mencerminkan kelembagaan Partai Golkar," pungkasnya.




(HUS)