Rencana AS Pindahkan Kedutaan Dinilai Ancam Perdamaian Palestina-Israel

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 06 Dec 2017 02:04 WIB
israel palestina
Rencana AS Pindahkan Kedutaan Dinilai Ancam Perdamaian Palestina-Israel
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, pihaknya telah memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia.

Bogor: Indonesia mengkritisi keras rencana Amerika Serikat mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan akan memindahkan kantor kedutaan ke Jerusalam. Rencana itu dinilai dapat mengancam proses perdamaian Palestina dan Israel.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, pihaknya telah memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia. Hal itu ntuk menanyakan informasi rencana pengakuan dan pemindahan kantor kedutaan ke Jerusalem tersebut.

"Saya sampaikan posisi Indonesia yang sangat concern terhadap berita-berita tersebut dan saya sekaligus menanyakan kebenaran berita tersebut. Dan, kami menyampaikan apabila hal itu terjadi, akan membahayakan proses perdamaian antara Palestina dan Israel," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa 5 Desember 2017.

Tak hanya itu, Retno menilai rencana kontroversial Presiden AS Donald Trump itu pun membahayakan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah. Dalam perbicangan itu, Retno membeberkan, pihak Dubes AS memastikan rencana Trump itu belum final.

Retno juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Duta Besar Indonesia di Arab Saudi membahas hasil komunikasi dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam special meeting di Jeddah, Arab Saudi.

Hari ini, lanjut dia, Kemneterian Luar Negeri RI juga menjadi tuan rumah dari seminar mengenai masalah Palestina. Indonesia, kata dia, menjadi empowering the people dan strengthening the nation dengan fokus pada kerja sama cara memberikan bantuan kepada Palestina.

Retno menambahkan, dalam seminar itu, turut hadir Duta Besar negara-negara Timur Tengah, Dubes negara berpenduduk muslim dan Dubes dari Venezuela sebagai ketua dari kelompok non blok.

"Nah di dalam seminar tadi saya sampaikan lagi posisi jelas Indonesia mengenai masalah Jerusalem. Jadi it's very clear, Indonesia sent a very clear messege," pungkas dia.


(LDS)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA