Kalla Nilai Upaya Trump Mempersulit Politik Timur Tengah

Dheri Agriesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 15:53 WIB
israel palestinapalestina israel
Kalla Nilai Upaya Trump Mempersulit Politik Timur Tengah
Wakil Presiden Jusuf Kalla - ANT/Wahyu A Putro.

Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai tindakan Trump akan membuat politik Timur Tengah kian rumit.

"Risikonya lebih ruwet politik di Timur Tengah, karena sumber daripada banyak keruwetan itu ya konflik Palestina dan Israel," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Desember 2017.

Trump akan mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dalam waktu dekat. Manuver ini, kata Kalla, hanya membuat niat Amerika Serikat sebagai penengah konflik dua negara itu sia-sia.

"Itu akan susah," kata dia.

Kalla menegaskan, posisi Indonesia dalam konflik di Timur Tengah sudah jelas. Indonesia mendukung keberadaan dan kemerdekaan Palestina. Indonesia juga tak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

(Baca juga: Liga Arab Ingatkan Trump soal Konsekuensi Pengakuan Yerusalem)

Pria asal Makassar ini meminta Trump melihat sejarah Yerusalem. "Yerusalem kan awalnya menjadi bagian dari pengawasan internasional, lihat sejarahnya. Jadi kita tak ingin AS seperti ini," tegas Kalla.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, hari ini, Rabu 6 Desember, waktu setempat.

Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan Trump akan membuat pengumuman penting ini pada pukul 13.00 siang, waktu setempat dari Gedung Putih.

"Trump memandang ini sebagai pengakuan atas realitas, baik secara sejarah atau modern," lanjut pejabat tersebut.

(Baca juga: Israel Belum Tanggapi Keputusan Pemindahan Kedubes AS)




(REN)