Ketua DPR Berharap Turki Konsisten Perjuangkan Palestina

Anggi Tondi Martaon    •    Minggu, 16 Sep 2018 15:22 WIB
berita dpr
Ketua DPR Berharap Turki Konsisten Perjuangkan Palestina
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto:MI/Susanto)

Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap parlemen Indonesia dan Turki tetap konsisten memperjuangkan isu Palestina dan krisis kemanusiaan di dunia. Terlebih, konstitutusi kedua negara menjamin partisipasi aktif dalam menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.

Hal itu dikatakan oleh Ketua DPR yang akrab disapa Bamsoet pada pertemuan bilateral dengan Wakil Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop, sebelum dimulai pertemuan Ketua Parlemen MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan  Australia) di Bali.

"Selain itu juga mendukung upaya United Nations Relief and Works Agency (UNWRA) dalam membantu pengungsi Palestina," kata Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Minggu 16 September 2018.

Turut mendampingi Ketua DPR RI, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Fadel Muhammad, anggota Fraksi PPP DPR RI Hasrul Azwar, Sekjen DPR RI Indra Iskandar, serta Dirjen Kerjasama Multilateral Kemenlu RI Febrian Ruddyard. Sementara Mustafa Sentop ditemani anggota parlemen Turki Mustafa Elitas dan Erhan Usta.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menilai, Indonesia dan Turki merupakan negara yang memiliki populasi muslim besar dengan sistem pemerintahan demokratis. Keduanya merupakan focal point dalam pengembangan Islam moderat. "Dan sekaligus sinergi dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme," kata Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga menyebutkan bahwa Indonesia dan Turki memiliki kedaulatan untuk menentukan sikap, terutama terkait isu keamanan dan perdamaian internasional. Pada kesempatan itu, dia berharap Indonesia dan Turki dapat bekerja sama dengan baik untuk menangkal ancaman dan intervensi asing yang ingin membatasi kebebasan kedua negara.

Selain membahas isu perdamaian, Wakil Ketua Umum KADIN itu juga menyinggung kerja sama perdagangan kedua negara. Bamsoet menyebutkan, saat ini total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Turki mengalami peningkatan dari USD1,3 juta pada 2016, menjadi USD1,7 juta pada 2017.

Menurutnya, kerja sama itu perlu ditingkatkan melalui Indonesia Turkey Comprehensive Economy Partnership (IT CEPA). Wacana tersebut sedang dalam tahap perundingan dengan harapan hambatan ekspor kedua negara dapat dikurangi.

"DPR RI juga mendukung peningkatan investasi Turki ke Indonesia. Iklim investasi yang kondusif serta peningkatan tingkat kemudahan berbisnis dari urutan ke- 91 pada 2016, menjadi urutan ke-72 pada 2017, menjadi daya tarik investor asing," tutur Bamsoet.

Legislator Partai Golkar dari Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Kebumen, Banjarnegara dan Purbalingga ini, mengungkapkan Indonesia kini tengah mengembangkan Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah. Pembiayaan Investasi tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur di Indonesia, tanpa harus mengandalkan anggaran pemerintah. 

"Kami mengundang para investor dari Turki untuk turut berpartisipasi dalam program tersebut. Kami juga berharap Turki dapat menjadi mitra strategis Indonesia dalam pengembangan ekonomi Islam dunia, terutama pembangunan infrastruktur," kata Bamsoet. 


(ROS)