PPP Djan Faridz Ultimatum Kubu Romy Kosongkan Kantor DPP 48 Jam

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 14 Dec 2017 18:48 WIB
ppp
PPP Djan Faridz Ultimatum Kubu Romy Kosongkan Kantor DPP 48 Jam
Ilustrasi--kantor DPP PPP--Medcom.id/M.Rodhi Aulia

Jakarta: PPP hasil Muktamar Jakarta murka setelah PPP hasil Muktamar Pondok Gede mengambilalih Kantor DPP PPP yang terletak di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. PPP pimpinan Djan Faridz itu mengultimatum PPP pimpinan Romahurmuziy (Romy) segera mengosongkan kantor tersebut.

"Kita beri waktu 48 jam," kata Ketua Umum Pemuda Persatuan DPP PPP kubu Djan Faridz, Mohammad Ebit Boi, di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Kamis 14 Desember 2017.

Menurut Ebit, pihaknya akan menggunakan cara persuasif terlebih dahulu. Yakni menjalin komunikasi dan negosiasi dengan kubu Romy. "Kalau tak digubris juga, kami akan pakai cara-cara seperti cara yang mereka lakukan. Kita akan rebut," tegas dia.

Baca: PPP Romi Bantah Pengambilalihan Sekretariat Dilakukan Paksa

Ebit menegaskan pihaknya sangat menyesalkan cara kubu Romy mengambil alih kantor tersebut. Ebit menuding cara yang digunakan Romy seperti era Orde Baru. 
"Kenapa Romi cs pakai jasa preman? Kan kita partai Islam. Ini seperti cara-cara Orde Baru (Orba). Ini kan urusan partai kita," sesal dia.

Sebelumnya, PPP Romy mengambil alih kantor dari tangan Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz. Hal itu karena kubu Djan dinilai tak berhak menempati gedung tersebut.

"Mulai tadi pagi kami menempati gedung ini. Ini merupakan Kantor DPP PPP sejak dulu. Kita tempati setelah pihak Djan tidak menempati ini dan kantor dibiarkan terbengkalai," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) di lokasi, Selasa, 12 Desember 2017.

Menurut Awiek, pihak Djan tidak lagi berhak mengatasnamakan PPP, apalagi menempati kantor DPP PPP. Pasalnya, lanjut dia, pihak Djan tidak lagi memiliki dasar hukum apa pun. Terbaru, permohonan kasasi Djan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) ditolak.

"Kami masuk ke kantor DPP ini tidak ada keributan apa pun. Tidak ada satu wartawan pun yang tahu. Itu hal teknis karena kami tidak ingin ada huru-hara," ucap dia.

Awiek mengaku tengah menginventarisasi barang milik DPP. Adapun barang milik Djan pribadi atau lainnya akan dikembalikan. "Kita akan menyurati saudara Djan untuk mengambil barangnya. Kami juga mengimbau gerbong sebelah untuk bergabung membesarkan partai karena kita keluarga besar," tandas dia.



(YDH)