PPP: Jokowi Harus Cocok Dengan Wakilnya

Nur Azizah    •    Senin, 12 Mar 2018 07:13 WIB
pilpres 2019
PPP: Jokowi Harus Cocok Dengan Wakilnya
Ketum PPP Romahurmuziy/Medcom.id/Ilham Wibowo

Jakarta:  Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy tak terlalu memusingkan krikteria pendamping Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Terpenting bagi Romi, Jokowi cocok dengan pasangannya tersebut.

"Bagi kami PPP, di atas semua itu adalah kecocokan Jokowi terhadap figur tersebut. Di luar kriteria dan usulan dari partai,” kata Romi usai acara Pelantikan Pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Sahid Jakarta Selatan, Minggu, 12 Maret 2018.

Romi mengaku belum memutuskan satu nama untuk menjadi calon pendamping Jokowi. PPP bakal membeberkan nama tersebut usai seluruh partai mendeklarasikan dukungannya.

"Kita belum putuskan. Nanti diumumkan ketika seluruh sikap parai sudah final," imbuhnya.

Romi pernah memberi masukan pada Jokowi untuk memilih wakil yang mampu melengkapi kebutuhan zaman. Ada lima kebutuhan yang harus dipenuhi pada sosok yang nantinya akan bersanding dengan Jokowi di Pilpres.

"Pertama, kebutuhan untuk menjaga narasi besar NKRI yang dibangun di atas nasionalisme dan agama. Ini terefleksikan kepada seluruh pemimpin nasional sejak zaman Bung Karno," papar dia.

Selanjutnya, kebutuhan orang yang mampu memberi sikap kepada Jokowi terhadap ujaran kebencian yang kian marak. Menurut Romi, ujaran kebencian menjadi momok karena membuat fitnah dan memproduksi informasi palsu yang bisa mendelegitimasi kepemimpinan Jokowi.

"Maka itu wakil Pak Jokowi harus dari santri untuk mengurangi tekanan ujaran kebencian bernuansa agama. Meski (ujaran kebencian) tidak akan hilang, tetapi setidaknya mengurangi," tutur dia.

Ketiga, dibutuhkan wakil yang mampu meraup suara penuh Generasi X. Dia mengatakan, generasi yang lahir pada 1965 hingga 1985 ini merupakan pemilih terbesar pada Pemilu 2019 dengan jumlah sekitar 39 persen.

Keempat, wakil yang bisa menyumbang elektabilitas sehingga menggenjot perolehan suara Jokowi. Terakhir yakni sumbangan kompetensi.

"Sumbangan-sumbangan ini menjadi penting untuk menghadapi era transformasi digital, era disrupsi ekonomi, hingga era revolusi industri keempat. Lima kriteria inilah yang kita sampaikan kepada Pak Jokowi. Soal orangnya, monggo," pungkas Romi.


(JMS)