Ketua Komisi XI: Pelaporan Ketua DPR ke MKD tak Etis

Al Abrar    •    Selasa, 18 Oct 2016 13:22 WIB
dpr
Ketua Komisi XI: Pelaporan Ketua DPR ke MKD tak Etis
Ketua DPR Ade Komarudin/ANT

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi XI DPR Melcias Markus Mekeng menyebut laporan anggota dan pimpinan komisi VI mengadukan Ketua DPR Ade Komarudin ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kurang tepat. Tak ada yang dilanggar Komisi XI maupun Ade Komarudin.

"Menurut saya laporan itu tidak etis dan tidak elegan anggota DPR mengadukan anggota DPR yang lain. Itu mestinya orang luar yang mengadukan anggota DPR yang enggak benar," kata Mekeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, , Selasa (18/10/2016).

Politikus Golkar ini menjelaskan, secara substansi, tidak ada yang dilanggar komisi XI. Sebab, rapat membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilakukan dengan Menteri Keuangan selaku mitra kerja yang membidangi keuangan. Dia juga menyebut komisi XI berhak mempertanyakan penggunaan APBN untuk apa saja kepada Menteri Keungan.

Baca: Dituding Langgar UU, Ade Komarudin Dilaporkan ke MKD

"Kami juga tidak pernah panggil BUMN, bahwa menkeu bawa menteri BUMN, silakan saja, kalau tak ada BUMN enggak kita pusingin. Jadi nggak etis, enggak ada dasarnya laporan ke MKD itu," tegasnya.

Ketua DPR Ade Komarudin dilaporkan ke MKD. Ade dituding menyetujui rapat sembilan perusahaan BUMN dengan Komisi XI tanpa sepengetahuan Komisi VI sebagai mitra kerja.



Anggota Komisi VI dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso mengatakan, Kementerian BUMN dan seluruh BUMN merupakan mitra kerja Komisi VI. Namun, Akom mengubahnya dengan menyetujui rapat antara BUMN dan Komisi XI yang berlangsung dua minggu lalu.

Mekeng juga membantah pernyataan Bowo. Menurut dia, tidak ada yang dipindahkan oleh pimpinan dewan. Bahkan, pihaknya menuding jajaran komisi VI hanya mencari-cari kesalahan pimpinan.

"Mereka (pelapor) saja yang mencari-cari (kesalahan). Saya sudah tiga periode di komisi XI, urusan PMN sudah berulang-ulang dan komisi XI terlibat, tapi kenapa sekarang dipertanyakan. Itu pertanyaan saya," ucap dia.


(OJE)