Jokowi Meminta Ulama Jaga Kerukunan di Tahun Politik

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 13 Sep 2017 17:21 WIB
pilkada 2018
Jokowi Meminta Ulama Jaga Kerukunan di Tahun Politik
Presiden Joko Widodo. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan ulama Jawa Tengah, pada 2018 dan 2019 mendatang akan menjadi tahun politik. Dia meminta para ulama untuk menjaga kerukunan masyarakat.

"Karena (2018) di Jateng ada pemilihan gubernur. Kemudian pada September tahun depan itu sudah penetapan, saya juga baru sadar sudah penetapan capres dan cawapres," kata Jokowi dalam pertemuan dengan ulama Jateng di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu 13 September 2017.

Jokowi menyebut, situasi kondusif di daerah harus terus dipertahankan. Dia tak ingin momentum tahun politik digunakan pihak tertentu untuk mengadu domba warga. Jokowi ingin kesakralan perhelatan politik lima tahun sekali ini tetap dijaga.

"Jangan sampai karena perhelatan politik antartentangga nantinya tidak rukun apalagi antarumat menjadi tidak kelihatan persaudaraannya kembali," jelas dia.

Kepala Negara berharap persoalan ini menjadi perhatian pimpinan pondok pesantren, ulama, kiai, hingga pimpinan organisasi masyarakat. Dia ingin rasa persaudaraan terus ditumbuhkan.

"Agar persaudaraan itu, ukhuwah islamiah kita ukhuwah watoniah kita betul-betul kita jaga bersama," pungkas dia.
 


(REN)