Presiden Minta Warga Lawan Intoleransi

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 18 Apr 2017 13:16 WIB
presiden jokowi
Presiden Minta Warga Lawan Intoleransi
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo berpesan agar publik tidak mudah termakan isu-isu suku, agama, ras, antargolongan (SARA). Isu SARA dapat memperlemah bangsa dan negara.
 
"Dan jangan takut melawan tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama apa pun," kata Jokowi dalam peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-62 di Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa 18 April 2017.
 
Dia mengajak masyarakat memegang komitmen bersama menjaga dan merawat keberagaman bangsa. Semboyan Bhineka Tunggal Ika harus terus dijunjung tinggi.
 
Menurut Presiden, Indonesia harus bersyukur memiliki kebhinekaan. Kodrat Indonesia, kata Jokowi, adalah mengelola keberagaman, kemajemukan, kebhinekaan.
 
"Indonesia mempunyai lebih dari 714 suku. Data BPS (Badan Pusat Statistik) malah mengatakan 1.340 suku, mempunyai beragam ras dan bermacam agama," papar dia.
 
Keberagaman ini menjadi sumber kekuatan Indonesia. Jokowi pun menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 triwulan II mencapai 5,18 persen, berada pada peringkat tiga besar di bawah Tiongkok dan India.
 
Menurut dia, Indonesia kini menjadi referensi. Bila dulu Indonesia menjadi salah satu inisiator solidaritas Asia Afrika, inspirator negara terjajah untuk merdeka, sekarang Indonesia menjadi rujukan dalam mengelola keberagaman.
 
Presiden menekankan, Indonesia akan konsisten menyuarakan perdamaian dunia dalam berpolitik luar negeri. Jokowi pun mengajak seluruh pemimpin dunia untuk terus menyuarakan penghormatan terhadap kemajemukan.
 
"Saya meyakini, kerja sama Asia-Afrika dapat terus ditingkatkan dan saya juga berharap semangat Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi semangat Asia-Afrika," tegas dia.
 


(FZN)