Pemerintah Diminta Merehabilitasi Anak Peneror

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 15 May 2018 14:13 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Pemerintah Diminta Merehabilitasi Anak Peneror
Politikus PKS Hidayat Nur Wahid/ANT/Hafidz Mubarak

Jakarta: Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah menyelamatkan anak-anak pelaku teror. Belakangan, anak-anak yang dalam konteks agama belum memiliki kewajiban apa pun justru menjadi tumbal radikalisme.

"Jadi ini juga menjadi tanggung jawab besar bagi Kemenag, Kemendikbud, Kemen PPA, bagaimana menghadirkan kesadaran para orang tua untuk menyelematkan keluarga mereka masing-masing," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Ledakan di Jawa Timur diduga dilakukan satu keluarga. Keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak ini belum pernah terjadi di Indonesia.

Kapolri Jenderal To Karnavian menjelaskan salah satu pelaku ledakan bom di Surabaya, Dita Upriyanto, merupakan orang tua pelaku di lokasi lain. Dita diketahu meledakkan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya menggunakan mobil Avanza.

Sebelum melakukan bom bunuh diri, terang Tito, Dita terlebih dahulu mengantar istrinya, Puji Kuswati, dan kedua putrinya F (12) dan V (9) ke GKI di Jalan Diponegoro.

"Setelah men-drop istri dan kedua putrinya, bom sudah posisi dililitkan di bagian perut dan dada kedua putrinya. Dan kemudian meledakkan diri," ucap dia.

Kemudian pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, dilakukan Y (18) dan FH (16) yang merupakan putra Dita dan Puji.  

"Keduanya melakukan bom bunuh diri dengan mengendarai sepeda motor masuk ke area gereja. Jadi semua adalah serangan bom bunuh diri, cuma jenis bomnya saja berbeda," kata eks Kepala Densus 88 Antiteror Polri itu.


(OJE)