KTP-el Program Rutin, tak Perlu Pakai Pinjaman Asing

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 17 Mar 2017 15:01 WIB
korupsi e-ktp
KTP-el Program Rutin, tak Perlu Pakai Pinjaman Asing
Ilustrasi. Foto: Antara/Seno

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemakaian rupiah murni sebagai sumber dana pengadaan blangko Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (KTP-el) dinilai berpotensi menimbulkan celah korupsi. Hal tersebut terbukti dengan kasus dugaan rasuah yang menerpa proyek KTP-El era Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Saat ini, di era Menteri Dalam Negeri Tjahjo juga menggunakan sumber serupa.
 
Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, menampik penilaian itu. Pertimbangan penggunaan rupiah murni sebagai sumber dana semata-mata karena proyek KTP-el ini bersifat rutin.
 
"Ini program rutin, sehingga tidak pakai pinjaman atau hibah luar negeri," ujar Zudan kepada Metrotvnews.com melalui pesan tertulis, Jumat 17 Maret 2017.
 
Dalam lelang blangko KTP-el tahun 2011 diputuskan menggunakan rupiah murni. Padahal sebelumnya telah didesain penggunaan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) sebagai sumber dana.
 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantas mengendus dugaan korupsi pengadaan tersebut. Kini kasus dugaan korupsi proyek KTP-el tengah dalam proses persidangan.
 
Berkaca pada hal tersebut, Zudan mewanti-wanti bawahannya di Dukcapil, baik pusat maupun daerah, untuk berhati-hati. Tujuannya agar Direktorat Jenderal itu tak menghadapi kasus sama di kemudian hari.
 
Kehati-hatian ini juga ditunjukkan saat proses pasca lelang blangko KTP-el yang dimenangkan PT Pura
Barutama. "Maka kemarin saya bersurat ke KPK minta waktu untuk konsultasi hasil lelang agar tidak ada masalah hukum di kemudian hari," kata Zudan.


(FZN)

Sembako Tertahan akan Disumbangkan

Sembako Tertahan akan Disumbangkan

34 minutes Ago

Sumbangan itu akan dilakukan bila pada akhirnya tak ada yang mengakui kepemilikan sembako terse…

BERITA LAINNYA